Imigrasi Surabaya Sinergi dengan Bandara Juanda Tingkatkan Timpora Udara

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 15:32 WIB
imigrasi surabaya
Foto: Istimewa

Farid menambahkan seluruh biaya karantina dibiayai oleh negara. Sedangkan bagi WNA, biaya karantina ditanggung oleh masing-masing penumpang. Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa tempat untuk karantina mandiri, namun jumlahnya masih terbatas.

"KKP Surabaya telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur untuk menambah jumlah ruang karantina dengan kapasitas minimal 1.000 kamar," tambahnya.

Sementara itu, Syaiful A dari Denpom Lanudal Juanda menyampaikan pada tahun 2009 telah dibentuk Satgas Pora Udara. Dalam Satgas ini, tergabung beberapa instansi yang berkolaborasi di area bandara. Namun dalam tim ini belum termasuk BP2MI Surabaya.

"Kami mengusulkan agar BP2MI Surabaya diikutsertakan ke dalam tim Satgas Pora Udara," lanjut Syaiful.

Usul dari Denpom Lanudal Juanda tersebut, disambut baik oleh perwakilan BP2MI yang hadir dalam rakor tersebut.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi lain yang tergabung dalam tim Satgas Pora Udara. Kami juga berharap ada tempat khusus untuk sekretariat Tim Satgas Pora Udara," kata Eko, perwakilan dari BP2MI.

Sekadar diketahui, dalam rakor tersebut selain dihadiri jajaran keimigrasian, turut hadir para stakeholder meliputi perwakilan PGS Kasatpam, BP2MI, Entomolog KKP Surabaya, Denpom Lanudal Surabaya, Angkasa Pura I, KKP Surabaya, PT JAS, Air Asia Indonesia, Lidpem, dan Pasops Lanudal Juanda.

Halaman

(hil/iwd)