20 Tenaga Medis Sempat Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 22:35 WIB
Sekitar 20 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Lumajang dan Puskesmas Candipuro terjebak banjir lahar hujan Gunung Semeru. Mereka terjebak di seberang Sungai Leprak, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro.
Evakuasi para nakes menggunakan ekskavator/Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom
Lumajang -

Sekitar 20 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Lumajang dan Puskesmas Candipuro terjebak banjir lahar Gunung Semeru. Mereka terjebak di seberang Sungai Leprak, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro.

Para tenaga medis terjebak selama sekitar 3 jam di seberang sungai. Kejadian tersebut berawal ketika mereka melaksanakan Program Dokter Muter. Yakni pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Lumajang, yang tinggal di daerah sulit dijangkau.

Seperti di Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. Dusun tersebut berada di seberang Sungai Leprak.

Sekitar 20 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Lumajang dan Puskesmas Candipuro terjebak banjir lahar hujan Gunung Semeru. Mereka terjebak di seberang Sungai Leprak, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro.Sekitar 20 tenaga medis yang terjebak banjir lahar hujan Gunung Semeru/ Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

Saat para tenaga medis ini hendak pulang dari dusun tersebut, mereka terjebak derasnya banjir lahar Gunung Semeru. Mereka bertahan di seberang sungai selama sekitar 3 jam, mulai pukul 13.00 WIB.

"Sekitar 20an tenaga medis terjebak banjir lahar Gunung Semeru di Sungai Leprak. Mereka saat itu melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Namun saat hendak pulang mereka terjebak banjir lahar," ujar Kepala Desa Sumber Wuluh, Abdul Aziz kepada detikcom, Kamis (18/3/2021).

Pemerintah Desa Sumber Wuluh kemudian melakukan evakuasi para nakes menggunakan sebuah ekskavator. Para nakes harus naik ke dalam baket ekskavator secara bertahap, untuk menyeberangi derasnya banjir lahar Gunung Semeru.

Para nakes merasa bersyukur bisa dievakuasi dengan selamat. Meski sempat merasa takut dan gemetar saat naik di dalam baket ekskavator.

"Alhamdulillah senang banget bisa dievakuasi meskipun gemetar saat naik ekskavator. Karena banjir tak segera surut sehingga kita gak bisa pulang," ujar tenaga medis Puskesmas Candipuro, Dewi.

"Kita sempat berpikir mau menginap karena banjir tidak segera surut. Tapi alhamdulillah bisa dievakuasi menggunakan alat berat. Meskipun ada perasaan takut naik ekskavator," pungkas Kepala Puskesmas Candipuro, drg Krisna.

(sun/bdh)