Bandara Banyuwangi Kini Layani Kargo Ekspor

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 14:57 WIB
Bandara Banyuwangi Kini Layani Kargo Ekspor
Bupati Ipuk (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Fasilitas penunjang perekonomian di Banyuwangi kini semakin lengkap. Yang terbaru, Bandara Banyuwangi bisa melayani ekspor langsung ke negara tujuan (Direct export cargo).

"Terima kasih PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi. Semoga layanan kargo ekspor ini mampu meningkatkan kinerja ekspor Banyuwangi, serta memangkas waktu dan biaya pengiriman barang bagi eksportir. Kalau dulu kirim lewat Surabaya, kini bisa langsung dari Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melepas ekspor perdana produk kelautan, Kamis (18/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk melepas ekspor 1 ton produk kelautan asli Banyuwangi berupa koral (bunga karang) menuju Hongkong. Pelepasan juga dilakukan oleh Executive General Manager AP II Bandara Internasional Banyuwangi, Cin Asmoro.

Bupati Ipuk menyambut baik ekspor produk kelautan tersebut. Ipuk senang. di masa pandemi kinerja ekspor Banyuwangi tetap baik.

"Ini pertanda positif untuk kebangkitan ekonomi kita. Kemarin saya baru saja melepas ekspor produk reduktan pestisida Malaysia, hari ini kembali melepas ekspor ke Hongkong," kata Ipuk.

Ipuk berharap fasilitas kargo ekspor ini bisa menarik para eksportir untuk berinvestasi di Banyuwangi. "Dengan fasilitas yang semakin mudah, semoga semakin banyak eksportir yang mau berinvestasi di sini," kata Ipuk.

Executive General Manager AP II Bandara Internasional Banyuwangi, Cin Asmoro, mengatakan, ekspor perdana menggunakan kargo itu dilayani maskapai Garuda Indonesia dengan tujuan Banyuwangi - Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) dan dilanjutkan ke Hongkong.

Cin mengatakan, ini merupakan pelepasan ekspor perdana di tahun 2021. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan beberapa kali melalui terminal kargo Bandara Internasional Banyuwangi.

"Kami memang sudah merintis ekspor kargo langsing sejak akhir 2020. Namun waktu itu jumlahnya masih sedikit, belum sampai satu ton seperti hari ini," ujar Cin.

Selanjutnya
Halaman
1 2