Jaga Produktivitas, Pemkab Banyuwangi Keliling Periksa Hewan Ternak

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 13:35 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (Puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah, untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga.
Bupati Ipuk memberi makan sapi/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (Puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah, untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga.

"Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan ternak di Banyuwangi. Agar mereka bisa bereproduksi dan berproduksi secara maksimal. Target tahun ini kami bisa melayani 10 ribu hewan ternak besar, seperti sapi dan kambing," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setyawan kepada detikcom, Minggu (14/3/2021).

Dalam pelaksanaannya, tim keliling ke lokasi peternakan maupun tempat permukiman warga di desa-desa, menggunakan mobil ambulans khusus ternak yang telah disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi.

Mobil ambulans tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan khusus hewan ternak. Seperti mikroskop, kamar hitung, alat pemeriksa berat jenis susu (laktodensimeter), hingga ultrasonografi (USG) untuk sapi dan ternak kecil.

Dengan berbagai peralatan itu, tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara terpadu, dilanjutkan pemberian vitamin, obat cacing, mineral, hingga tindakan pengobatan jika memang ditemukan hewan ternak yang sakit.

Bagi hewan yang bisa ditangani di lokasi, terang Arief, akan langsung ditangani oleh dokter hewan dan petugas medis di tempat. Bagi hewan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, akan langsung dibawa ke klinik hewan setelah mendapat penanganan awal.

"Layanan ini gratis. Warga cukup membawa hewan ternaknya ke lokasi pelayanan yang telah diumumkan sehari sebelumnya oleh petugas. Jadwalnya kami bikin fleksibel asalkan dalam setahun bisa mencapai 10 ribu ekor ternak. Jadi bisa seminggu atau dua minggu sekali," ujar Arief.

Tak hanya ke desa-desa, layanan ini juga rutin keliling ke pasar-pasar hewan secara bergilir.

"Kalau ini dilakukan rutin setiap minggu untuk monitoring kejadian penyakit di lapangan. Kita kan tahu mobilitas ternak di pasar itu sangat tinggi sehingga pemeriksaannya harus lebih intensif dan rutin," terang Arief.

Selain itu, layanan ini menjangkau sasaran yang lebih luas. Tidak hanya hewan ternak, tapi juga hewan peliharaan seperti kucing, anjing, iguana dan lainnya.

Tonton juga Video: Pelabuhan Ditutup Saat Nyepi, Kondisi ASDP Ketapang Sepi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2