Temuan yang Perkuat Hipotesis Situs Kumitir Sebagai Istana Paman Hayam Wuruk

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 21:27 WIB
Situs Kumitir di Kabupaten Mojokerto diyakini sebagai sisa-sisa istana Bhre Wengker, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk. Di dalam istana ini terdapat tempat suci untuk menghormati Mahesa Cempaka. Apa saja temuan arkeologis yang mendukung hipotesis tersebut?
Temuan arkeologis di Situs Kumitir/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Situs Kumitir di Kabupaten Mojokerto diyakini sebagai sisa-sisa istana Bhre Wengker, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk. Di dalam istana ini terdapat tempat suci untuk menghormati Mahesa Cempaka. Apa saja temuan arkeologis yang mendukung hipotesis tersebut?

Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, bukti arkeologis pertama adalah ditemukannya tembok keliling di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Dinding dari susunan bata merah itu mempunyai ketebalan 140 cm dan tinggi 120 cm.

Tembok ini mengelilingi Situs Kumitir hingga membentuk area persegi panjang seluas 64.148 meter persegi atau 6,4 hektare. Karena panjang tembok kuno ini dari barat ke timur 316 meter dan 203 meter membentang dari utara ke selatan.

Pada zaman Majapahit, menurut Wicaksono, tembok seperti itu hanya dibangun mengelilingi istana raja. Analisisnya diperkuat literatur Yingyai Shenglan. Yaitu kronik perjalanan ekspedisi Cheng Ho, pelaut utusan Dinasti Ming di Tiongkok.

Kronik atau catatan peristiwa tersebut ditulis Ma Huan penerjemah Cheng Ho. Ma Huan dan Cheng Ho berkunjung ke Majapahit pada abad 15 masehi.

"Dalam catatan China itu, Tuban, Gresik dan Kedaton Majapahit merupakan tiga kota yang tidak memiliki tembok kota. Yang memiliki dinding keliling hanya istana, seperti di Situs Kumitir kami temukan dinding keliling. Berbeda dengan di China, setiap kota dikeliling tembok besar karena rawan perampokan Bangsa Mongol," kata Wicaksono kepada detikcom, Rabu (17/3/2021).

Tim ekskavasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menemukan struktur kuno di area yang dikelilingi tembok tersebut. Yakni di sektor ekskavasi A, B dan C. Ketiga sektor itu persis di sebelah barat pemakaman umum Dusun Bendo.

Struktur dengan luas 20 x 26 meter persegi ini menghadap ke barat, lurus dengan gerbang yang ditemukan di tembok sisi barat. Bangunan ini tersusun dari bata merah kuno. Campuran bata merah dan bebatuan bulat (bolder) menjadi pondasinya.

Lihat Video: 3 Kerangka Manusia Ditemukan di Situs Kumitir Mojokerto

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3