Duka Warga Terdampak Banjir 2 Bulan di Lamongan, Jalan Licin Hingga Kutu Air

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 17:28 WIB
banjir di lamongan
Banjir masih merendam jalan desa di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Banjir luapan Bengawan Njero hingga kini masih terjadi di Lamongan. Banjir masih merendam 49 desa di 6 kecamatan di Lamongan dengan ketinggian air bervariasi.

Beragam cara dilakukan warga yang harus menjalankan aktivitas keseharian di tengah-tengah banjir. Salah satunya seperti yang dilakukan warga Desa Weduni, Kecamatan Deket yang melapisi jalan di desanya dengan krikit (jaring) agar jalan bisa tetap dilalui. Krikit atau jaring yang biasanya digunakan warga untuk menangkap ikan itu berfungsi ganda sebagai pelapis jalan dengan cara menggelar jaring tersebut di jalan yang terendam banjir.

"Dipasang krikit di jalan agar jalan tidak licin karena lama terendam air," kata salah satu warga Desa Weduni, Mustoko kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Ya, sekilas memang tidak ada yang aneh dengan jalan yang ada di Desa Weduni ini. Jika kita berjalan atau melintas baru terasa ada yang aneh dengan jalan desa ini karena seperti kesat dan tidak licin. Padahal, jalan-jalan di desa ini sudah sekitar 2 bulan terendam banjir akibat luapan Bengawan Njero sehingga jalan-jalan tersebut juga banyak ditumbuhi lumut.

banjir di lamonganFoto: Eko Sudjarwo

"Kalau tidak ada krikit pasti licin, makanya warga punya inisiatif menggelar krikit di jalan untuk meminimalisir jalan licin," aku Mustoko.

Lain lagi dengan warga Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah. Lamanya banjir yang menerjang desa ini membuat warga juga harus beraktivitas di tengah air banjir sehingga penyakit kutu air pun tak jarang menghampiri warga akibat terlalu lama terkena air.

"Karena terlalu sering kena air, penyakit yang kerap kami alami ya kena kutu air," terang salah satu warga Kecamatan Kalitengah, Arif.

Salah satu trik yang dilakukan warga untuk menghindar dari penyakit kutu air ini diantaranya adalah memakai semprotan cairan anti karat dan juga minyak telon. Ya, warga biasanya dipakai sebagai penghilang karat pada benda-benda logam. Layaknya memakai obat kutu air, kata Arif, cairan anti karat ini disemprotkan di sela-sela jari kaki yang terkena kutu air.

Selanjutnya
Halaman
1 2