Komentar Tak Pantas soal Banjir Probolinggo: Musibah Dikaitkan Zina

M Rofiq - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 19:35 WIB
Ada komentar tidak pantas soal banjir Probolinggo. Komentar tersebut diungkapkan seseorang di Facebook.
Fahrul Sahroni (26), warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo (memegang surat pernyataan)/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo -

Ada komentar tidak pantas soal banjir Probolinggo. Komentar tersebut diungkapkan seseorang di Facebook.

Banjir yang dimaksud yakni banjir yang menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu. Bahkan dua desa di sana, yakni Desa Dringu dan Desa Kedung Dalem sampai 4 kali diterjang banjir bandang dalam sepekan.

Sementara akun Facebook Fahrul Ngerawet berkomentar yang tidak pantas terkait banjir tersebut. Ia melukai hati korban banjir dengan menyebut bahwa daerah tersebut kebanjiran karena menjadi tempat perzinaan.

"Di sini anti banjir. Kebanyakan zina daerah sana makanya sungainya banjir. Lihat di sini anti banjir," berikut komentar akun tersebut yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Akun tersebut milik Fahrul Sahroni (26), warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo. Ia kemudian datang ke kantor desa setempat dengan diantar keluarganya.

Setelah mediasi bersama perwakilan warga Kecamatan Dringu, akhirnya Fahrul meminta maaf. Ia menulis surat pernyataan permohonan maaf atas komentar yang membuat semua korban banjir tersinggung.

"Khilaf menulis komentar tidak pantas dan komentarnya menyinggung perasaan warga Desa Dringu dan Desa Kedung Dalem, yang menjadi korban banjir. Dan memohon maaf atas kelakuannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dan keluarganya akan membantu warga terdampak banjir untuk menebus kesalahannya," ujar Fahrul di Kantor Kelurahan Jrebeng Lor, Senin (15/3/2021).

Yusep September, perwakilan warga Desa Dringu mengatakan, pihaknya tidak berniat menempuh jalur hukum. Ia hanya meminta Fahrul meminta maaf secara terbuka. Baik melalui media massa maupun media sosial.

"Ulah komentar pemuda ini banyak warga korban banjir jengkel. Bahkan hendak mencari keberadaan pemuda ini. Namun alhamdulillah setelah kami mediasi, semua warga menerima permintaan maaf pemuda yang berkomentar tidak pantas, seakan-akan banjir bohong dan penyebab banjir karena banyak zina di desa. Kami berharap jangan mengulangi dan dijadikan contoh warganet lainnya," jelas Yusep.

Sementara Lurah Jrebeng Lor, Rudjito mengatakan, dengan mediasi yang dilakukan, ia berharap masalah komentar tak pantas soal banjir Probolinggo tidak sampai diperpanjang. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan.

"Dari warga Dringu saya mengucapkan terima kasih karena ulah warga di Kelurahan Jrebeng Lor. Mudah-mudahan menjadi pelajaran dan kasus serupa tidak terulang kembali. Dan pemuda (Fahrul) mengaku salah dan membuat surat pernyataan permintaan maaf, disaksikan semua pejabat dan disaksikan semua perwakilan korban banjir saat mediasi. Dan pengakuan tidak sengaja dan tidak terpikir atas ulahnya panjang efeknya," kata Rudjito.

(sun/bdh)