Banjir di Probolinggo, Gubernur Khofifah Minta Relawan Jogo Kali dari Sampah

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 20:11 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah di lokasi Banjir Dringu, Probolinggo (Foto: Faiq Azmi)
Probolinggo -

Gubernur Jawa TimurKhofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Khofifah meminta relawan jogo kali menjadi garda terdepan menjaga sungai agar bersih dari sampah.

"Mengajak masyarakat, ayo relawan jogo kali itu bisa dilakukan revitalisasi, ini kan ada kaitan dengan sampah (penyebab banjir). Relawan jogo kali menjadi pengawal agar sungai kita bersih tidak jadi pembuangan sampah," ujar Gubernur Khofifah di lokasi, Kamis (11/3/2021).

Khofifah menilai banjir di Probolinggo ini hampir sama dengan yang terjadi di Gempol (Pasuruan), Jombang, dan Nganjuk. Selain sampah, hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab lainnya banjir.

"Kaitan sama dengan sampah akhirnya menyumbat tanggul yang ada di Gempol, Jombang Nganjuk. Ada intensitas hujan tinggi, ada sampah yang jumlahnya cukup besar dan itu sudah mengkristal, jadi mengurainya harus dengan dipecah chainsaw (gergaji mesin)," terangnya.

Mantan Mensos RI ini menyampaikan, Pemprov Jatim bersama Pemkab Probolinggo akan mengupayakan pembuatan bronjong dan plengsengan untuk meminimalisir banjir.

"Kalau sampah masuk itu ada material dari gunung, hulunya harus dilakukan antisipasi lebih kompethensif. Kita koordinasi dengan BBWS Brantas, kemudian Pemkab juga melakukan perencanaan yang rawan-rawan ini harus digronjong dulu. Setelah itu plengsengan secara lebih permanen. Namun butuh waktu 1 setengah bulan masih sedang dihitung DED-nya," bebernya.

"Bronjong itu tidak permanen, yang permanen plengsengan, titik strategis mana yang harus diplengseng dulu. Kemudian jembatan (di 4 desa Kecamatan Dringu) harus dikuatkan. Jembatan diprioritaskan untuk membantu mobilitas masyarakat, saat plengsengan, agar koneksitas tetap terjaga," lanjutnya.

Untuk saat ini, ia mengkoordinasikan dengan Pemkab Probolinggo untuk menentukan titik-titik sungai mana saja yang rawan meluap dan bisa menyebabkan banjir.

"Supaya titik-titik dengan kerawanan tertentu itu dilakukan proses recovery lebih duluan lalu kita cocokkan kembali di tahun anggaran 2022. Tapi bahwa dari Kementerian PUPR sudah mengalokasikan anggaran, Pemprov, Pemkab juga. (Diusahakan) dalam waktu dekat bronjong bisa dilakukan segera," katanya.

Usai meninjau lokasi banjir, Gubernur Khofifah melihat kondisi tempat pengungsian warga di gedung SDN Dringu. Di bangunan sekolah dasar ini ada sebanyak 55 pengungsi yang bertahan. Khofifah juga mengecek tempat pengungsian di SDN Kedung Dalem 1 ada sebanyak 19 warga yang mengungsi.

Khofifah juga memberikan bantuan kepada pengungsi. Di antaranya sembako, APD, hand sanitizer, vitamin, perlengkapan kebersihan hingga bronjong.

Diberitakan sebelumnya, untuk ke empat kalinya, banjir susulan kembali menerjang dua desa di Kecamatan Dringu, hingga membuat puluhan warga harus diungsikan. Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Kedung Galeng, Probolinggo.

(iwd/iwd)