Buntut Video Viral, Mahasiswa Tuntut Wali Kota Blitar Minta Maaf Secara Terbuka

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 14:19 WIB
viral wali kota blitar nyanyi tanpa prokes
Salah satu mahasiswa membentangkan psoter (Foto: Erliana Riady)
Kota Blitar -

10 Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pro Keadilan (MPK) menggelar demo di depan gedung DPRD Kota Blitar. Mereka menuntut Wali Kota Blitar Santoso meminta maaf secara terbuka atas video viral yang melanggar protokol kesehatan.

Mahasiswa mulai mendatangi gedung dewan di Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka kemudian menjaga jarak, berdiri berjajar sambil membawa beragam tulisan. Mereka juga menggelar aksi teatrikal satire yang menggambarkan kekecewaan masyarakat akan sikap Wali Kota Blitar seperti tampak dalam video yang viral.

"Selama PSBB, PPKM , banyak dari kami yang pernah mendapatkan hukuman karena tidak pakai masker. Ada yang dihukum push up , jongkok sambil pegang telinga, dan hapalan Pancasila. Lihat video itu jadi dongkol banget, kecewa. Padahal, Wali Kota kan Ketua Satgas COVID-19," kata koordinator aksi, M Fata, Jumat (12/3/2021).

viral wali kota blitar nyanyi tanpa prokesFoto: Erliana Riady

Mahasiswa menilai, selama pandemi terjadi, masyarakat merasakan dampak langsung dalam setiap sendi kehidupan. Apalagi adanya kebijakan PSBB dan PPKM yang membatasi aktivitas mereka dengan multi efek yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Sebuah ironi, ketika di tengah pendisiplinan itu, Ketua Satgas COVID-19 justru kedapatan tidak memakai masker pada sebuah acara yang melibatkan banyak orang. Untuk itu, kami mendukung penegakan disiplin protokol kesehatan jika itu cara untuk segera mengakhiri pandemi ini," ucapnya dalam orasi.

Aksi ini juga membawa beberapa tuntutan. Di antaranya, mahasiswa menuntut agar Wali Kota Blitar memberikan penjelasan atas apa yang dipertontonkan di video viral tersebut kepada masyarakat Kota Blitar dan sekitarnya.

"Mahasiswa juga menuntut Santoso meminta maaf secara terbuka kepada publik khususnya warga Blitar," teriaknya.

Mereka juga menyampaikan dukungan kepada Polres Blitar Kota dalam menegakkan hukum, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh Wali Kota Blitar Santoso. Hal ini untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat luas.

Hingga aksi ini selesai sekitar pukul 10.30 WIB, tak seorang pun anggota DPRD Kota Blitar yang menemui mereka. Seorang staf Sekretariat Kantor DPRD Kota Blitar mengatakan para anggota dewan sedang menjalani vaksinasi kedua di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

(iwd/iwd)