Inspektorat Periksa Dugaan Pungli Tes Swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 19:59 WIB
Inspektorat juga menggelar pemeriksaan dugaan pungli dalam tes swab COVID-19 di Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Sejauh ini, tim pemeriksa baru sebatas menggali keterangan dari pihak-pihak terkait dan mengumpulkan sejumlah dokumen.
Inspektorat Kabupaten Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Inspektorat juga menggelar pemeriksaan dugaan pungli dalam tes swab COVID-19 di Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Sejauh ini, tim pemeriksa baru sebatas menggali keterangan dari pihak-pihak terkait dan mengumpulkan sejumlah dokumen.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan, pemeriksaan dia gelar setelah turunnya perintah dari Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati pada Kamis (4/3). Bupati meminta Inspektorat menindaklanjuti persoalan di Labkesda Mojokerto setelah menerima laporan dari Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko pada hari yang sama.

"(Tujuan pemeriksaan) selain kode etik PNS, kalau kami temukan ada penyimpangan, bisa jadi mengarah ke PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 tentang Disiplin PNS," kata Noerhono kepada wartawan di kantornya, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Rabu (10/3/2021).

Untuk itu, lanjut Noerhono, pihaknya membentuk tim untuk memeriksa indikasi pungli layanan tes swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto. Sejauh ini, tim pemeriksa baru meminta keterangan dari 3 pejabat dan mengamankan sejumlah dokumen.

Tiga pejabat yang sudah dimintai keterangan adalah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, Dokter Penanggungjawab Labkesda sekaligus Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat, serta Plt Kepala Labkesda Mojokerto Nur Mutoliah.

"(Dokumen yang diamankan Inspektorat) sementara masih daftar pegawai Labkesda, peraturan-peraturan atau SOP yang ada di sana," terangnya.

Kepada tim pemeriksa dari Inspektorat, kata Noerhono, ketiga pejabat tersebut membantah adanya pungli dalam layanan tes swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto. Mereka menyebut selama ini layanan tes swab diberikan secara cuma-cuma.

Labkesda Mojokerto baru mulai memungut biaya tes swab sejak 1 Maret 2021. Tarifnya sesuai ketentuan Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Retribusi Jasa Umum. Yaitu Rp 200 ribu untuk pengambilan sampel swab dari pasien dan Rp 550 ribu untuk tes PCR terhadap sampel swab.

"Untuk sementara mereka menyampaikan masih normatif sesuai aturan. Ketiga orang yang kami panggil tidak mengakui adanya pembukuan itu (pembukuan diduga uang hasil pungli tes swab). Makanya kami ingin tahu lebih lagi," jelasnya.

Pekan depan, tambah Noerhono, tim pemeriksa akan melanjutkan penggalian keterangan dari pihak-pihak terkait lainnya. Salah satunya dari para pegawai Labkesda Mojokerto.