Menguak Dugaan Pungli dalam Tes Swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 13:14 WIB
Ada dugaan pungli dalam tes swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto. Namun pihak Labkesda menilai itu bukan pungli, namun sekadar ucapan terima kasih.
Labkesda Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Ada dugaan pungli dalam tes swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto. Namun pihak Labkesda menilai itu bukan pungli, namun sekadar ucapan terima kasih.

Tes swab RT-PCR di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto disinyalir menjadi ladang bisnis. Pemeriksaan COVID-19 yang seharusnya gratis, diduga menjadi alat pungutan liar (pungli) yang akumulasinya lebih dari Rp 100 juta.

Indikasi bisnis tes swab di Labkesda Mojokerto diperoleh detikcom dari sumber terpercaya di internal Dinas Kesehatan. Sumber ini memberikan data dalam bentuk foto pembukuan keuangan di Labkesda. Pembukuan yang ditulis tangan oleh pegawai Labkesda berinisial FR dan MS itu merinci uang masuk yang diduga hasil pungli.

Pada awal Januari 2021, tertulis saldo Rp 43.780.000 pada pembukuan tersebut. Sampai 28 Januari saja setelah dikurangi berbagai pengeluaran, akumulasi uang yang diduga mengalir ke Labkesda Mojokerto sudah mencapai Rp 102.043.000. Pemasukan yang diduga hasil pungli itu dari berbagai sumber. Mulai dari sejumlah rumah sakit swasta dari luar Mojokerto, perguruan tinggi swasta di Mojokerto hingga beberapa perusahaan. Nilai uang masuk bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 11,2 juta.

Ada dugaan pungli dalam tes swab COVID-19 di Labkesda Mojokerto. Namun pihak Labkesda menilai itu bukan pungli, namun sekadar ucapan terima kasih.Plt Kepala Labkesda Kabupaten Mojokerto Nur Mutoliah/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

"Itu uang bayar tes swab RT-PCR ke Labkesda Mojokerto. Uang masuk ke Labkesda diterima pegawai berinisial FR. Seharusnya tes swab PCR kan gratis," kata sumber tersebut kepada wartawan sambil meminta identitasnya dilindungi, Senin (1/3/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Labkesda Kabupaten Mojokerto Nur Mutoliah menjelaskan, laboratorium yang dia pimpin ditunjuk Badan Litbangkes Kemenkes menjadi sebagai salah satu laboratorium pemeriksa COVID-19 di Indonesia. Bantuan reagen dari BNPB pun mengalir ke Labkesda. Sehingga mulai sekitar Agustus 2020 bisa melayani pemeriksaan PCR terhadap sampel-sampel swab dari luar Kabupaten Mojokerto.

"Bahkan rumah sakit di Jombang, Madiun, Magetan, Ngawi itu ngirimnya ke sini. Syaratnya harus punya Allrecord (aplikasi Allrecord TC-19). Jadi, tidak berbayar," terangnya.

Ia membenarkan pelayanan tes swab di Labkesda Mojokerto gratis. Karena semua kebutuhan pemeriksaan COVID-19 di laboratorium ini dibiayai pemerintah. Mulai dari mesin PCR, APD, tenaga pemeriksa hingga reagen. Menurut dia, reagen pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto untuk sekitar 17.000 sampel swab. Sedangkan bantuan dari BNPB untuk sekitar 10.000 sampel. Terlebih lagi, Perda yang mengatur tarif tes swab di Labkesda Mojokerto belum diberlakukan saat praktik diduga pungli masif terjadi.

Sehingga tidak ada alasan bagi Labkesda untuk memungut biaya tes swab. Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Jasa Umum itu memang disahkan pada 15 Januari lalu. Tarif tes swab dipatok Rp 750.000. Namun hingga 15 Februari, Perda ini belum diterapkan karena sedang dikoreksi. Kabag Hukum Setda Tatang Marhendrata dan Kepala Dinkes Mojokerto dr Sujatmiko yang saat itu dikonfirmasi detikcom menyatakan Perda masih tahap pencermatan pengetikan.

Lihat juga video 'Heboh Pungli di Jembatan Bailey Cipatujah, Sopir Truk Dipalak Rp 150 Ribu':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3