Kasus Mojokerto Jadi Pintu Masuk Terungkapnya Sindikat Perdagangan Obat Aborsi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 17:46 WIB
aborsi di mojokerto
Sindikat obat aborsi diringkus, 7 orang ditangkap (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Kasus aborsi seorang gadis buruh pabrik di Mojokerto menjadi pintu masuk polisi mengungkap sindikat perdagangan obat penggugur kandungan lintas provinsi. Petugas meringkus 7 anggota sindikat perdagangan obat berbahaya tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan sindikat perdagangan obat aborsi berawal dari penangkapan Nungki Merinda Sari (25), warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kediri. Nungki diringkus di tempat kosnya di Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Mojokerto pada Kamis (18/2).

Buruh pabrik plastik di Sidoarjo ini menggugurkan kandungannya yang baru berusia 4 bulan menggunakan pil Cytotec pada 8-9 Januari 2021. Tiga butir obat berbahaya itu dia minum. Sedangkan 2 butir laiinnya dia masukkan ke alat kelaminnya.

Kepada penyidik, Nungki mengaku membeli Cytotec dari Zulmi Auliya (33), warga Kelurahan/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Mereka berkenalan melalui Facebook. Dari Zulmi pula dia mendapatkan cara menggunakan obat penggugur kandungan tersebut.

"NM (Nungki) mengaku membeli secara online, komunikasi menggunakan akun Facebook dengan Zulmi warga Tangerang," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (8/3/2021).

Berkat pengakuan Nungki, Polres Mojokerto berhasil menggulung sindikat perdagangan obat aborsi lintas provinsi. Penangkapan 7 anggota sindikat ini berlangsung Senin (22/2) malam hingga Minggu (28/2) dini hari.

Mereka adalah Zulmi Auliya (33), warga Kelurahan/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Mochammad Ardian (20) dan Rohman (39), keduanya warga Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, serta Suparno (49), warga Kelurahan/Kecamatan Klampis, Brebes, Jateng.

Petugas juga meringkus Supardi (53), warga Manunggal Bakti, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Ernawati (50), warga Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, serta Jong Fuk Liong alias Jon (43), warga Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Mereka ini sindikat pengedar obat aborsi untuk wilayah Jawa, Sumatra dan Kalimantan," terang Dony.