Kekasih Gadis Pelaku Aborsi di Mojokerto Lolos dari Jerat Hukum, Kok Bisa?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 16:47 WIB
aborsi di mojokerto
Nungki yang gugurkan kandungan terjerat hukum, tetapi kekasihnya tidak (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Nungki Merinda Sari (25) harus mendekam di balik jeruji besi setelah aborsi atau menggugurkan kandungannya yang baru berusia 4 bulan. Namun, kekasih yang menghamilinya lolos dari jeratan hukum.

Nungki mengaku baru setahun menjalin hubungan asmara dengan Zainul Mustofa (29), warga Desa/Kecamatan Pungging, Mojokerto. Hubungan tersebut membuat buruh pabrik plastik di Sidoarjo itu berbadan dua.

Gadis asal Pare, Kediri tersebut memutuskan menggugurkan kandungannya yang baru berusia 4 bulan. Selain malu lantaran hamil di luar nikah, hubungan asmaranya dengan Zainul tidak mendapatkan restu dari orang tuanya.

Nungki melakukan aborsi menggunakan obat keras Cytotec di kamar kosnya di Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging pada 8-9 Januari 2021. Dia meminum 3 obat tersebut. Sedangkan 2 butir obat yang sama dia masukkan ke alat kelaminnya.

"Yang membeli obat aborsi dan melakukan aborsi adalah tersangka NM (Nungki) sendiri. Kekasihnya baru tahu setelah aborsi berhasil. Begitu kandungannya sudah gugur, barulah kekasihnya dikabari," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra saat dikonfirmasi detikcom, Senin (8/3/2021).

Dibantu kekasihnya, Nungki membeli batu nisan untuk mengubur janin yang dia gugurkan. Dua sejoli ini lantas memakamkan janin tersebut di Pemakaman Islam Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto pada Minggu (10/1).

"Memang mereka berdua yang membeli batu nisan dan menguburkannya," terang Rifaldhy.

Kuburan bayi tersebut baru ditemukan warga Dusun Sugihwaras pada Kamis (14/1) sore. Saat itu, makam tersebut sempat menghebohkan warga setempat lantaran tidak diketahui pembuatnya.

Setelah melakukan penyelidikan, tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto dan Polsek Kutorejo meringkus Nungki di tempat kosnya pada Kamis (18/2). Dia disangka dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45A UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan kekasihnya, Zainul lolos dari jeratan hukum. Menurut Rifaldhy, sejauh ini Zainul belum terbukti terlibat dalam aborsi tersebut. Dia juga tidak terbukti pernah memberi saran kepada Nungki agar menggugurkan kandungannya.

"Dia (Zainul) sempat kami periksa dan kami amankan. Namun, dari bukti-bukti yang kami dapat, keterangan, alibi segala macam, dia tidak tahu proses aborsi tersebut. Juga tidak ada sama sekali dia memberi saran," tandas Rifaldhy.

Lihat juga Video: Pelanggan Aborsi Rumahan di Bekasi Juga Diciduk Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)