13 Pegawai Dinas di Kota Blitar Positif COVID-19 Usai Vaksin Tahap Pertama

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 19:45 WIB
Kantor Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Perizinan Terpadu Satu Pintu
Kantor Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Sebanyak 13 pegawai Kantor Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTKPTSP) Kota Blitar positif COVID-19. Mereka sebelumnya telah mendapat vaksin tahap pertama.

Keterangan dari Kepala DPMTKPTSP, Suharyono, pada Jumat (26/2), sebanyak 35 staf di kantornya menerima vaksin Sinovac tahap pertama. Dari obrolan di grup aplikasi percakapan kantor itu, malam harinya sudah ada beberapa orang yang mengeluh mengalami demam dan pegal badannya. Bahkan dua hari setelah vaksin, dua di antaranya hilang penciuman dan satu di antaranya hilang rasa atau tak dapat merasakan rasa makanan.

ada Rabu (3/3) seorang pegawai melakukan tes rapid antigen mandiri dan hasilnya positif. Disusul Kamis (4/3) seorang pegawai lainnya menyusul tes rapid antigen mandiri dan hasilnya juga positif.

"Melihat kondisi seperti itu, saya koordinasi dengan satgas kota. Kemudian Jumatnya (5/3) itu diambil tes swab massal kepada 18 orang yang bergejala. Satu tidak hadir karena kondisinya sangat lemah," jelas Suharyono saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (7/3/2021).

Selama menunggu hasil swab, Haryono telah meminta mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Dan hasil swab itu baru diterimanya Sabtu (6/3) malam.

"Dari 18 yang di swab, ada 12 staf saya yang positif. Satu nama yang ikut dimasukkan daftar itu sebenarnya bukan rombongan kantor saya. Nah satu lagi yang gak ikut swab, tapi hasil rapid antigennya positif dinyatakan terkonfirmasi juga. Jadi total ada 13 staf saya yang positif COVID-19 usai vaksin," terangnya.

Suharyono mengakui selama ini kantornya belum pernah mengadakan screening awal. Baik itu berupa rapid antigen maupun swab PCR. Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Blitar Didik Djumiadi menjelaskan, kasus ini tidak dilaporkan sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Itu bukan KIPI. Murni kasus COVID-19," jawab Didik dalam obrolan di grup wartawan COVID Blitar.

Menurut Didik, COVID-19 bisa terjadi pada seseorang yang telah divaksin. Karena sebelum divaksin sebenarnya di dalam tubuh yang bersangkutan sudah ada virus corona, tapi tanpa gejala. Sehingga ketika pascavaksin terjadi reaksi dalam pembentukan antibody maka bisa timbul gejala.

Kasus serupa ternyata juga pernah terjadi di staf Kesbangpol Kota Blitar. Tiga pegawai kantor tersebut juga terkonfirmasi positif COVID-19 pascavaksin pertama.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo menilai perlunya evaluasi sistem dan proses screening sebelum sasaran mendapatkan vaksin. Karena sebagian besar mereka terkesan asal menjawab lembaran pertanyaan yang diberikan sebelum menerima vaksin.

"Mungkin screening nya yang perlu kami evaluasi ya. Karena selama ini kan hanya diperiksa tensinya saja dan ditanya ada keluhan apa tidak. Tanpa pemeriksaan kondisi tubuhnya oleh tim medis," pungkas Hakim.

Lihat juga Video: Per 7 Maret, Kasus Positif Covid-19 RI Bertambah 5.826

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)