Pria di Mojokerto Menanti Honor Pemakaman COVID-19 untuk Misi Kemanusiaan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 10:57 WIB
Usia senja tak membuat Achmad Zaenuri (63) berhenti menjadi relawan. Bahkan, di usia tuanya itu dia tak gentar menjadi anggota tim pemakaman korban COVID-19 di Kota Mojokerto.
Achmad Zaenuri (63)/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Usia senja tak membuat Achmad Zaenuri (63) berhenti menjadi relawan. Bahkan, di usia tuanya itu dia tak gentar menjadi anggota tim pemakaman korban COVID-19 di Kota Mojokerto.

Zaenuri sedang sibuk berdiskusi dengan seorang montir saat ditemui detikcom. Rompi Relawan TKP Birunya Cinta (RBC) tak pernah lepas dari tubuhnya. Rompi biru tersebut selaras dengan warna mobil sedan yang sedang diperbaiki di bengkel tersebut.

Stiker Rescue dan RBC menghiasi kaca depan sedan Toyota Corona keluaran 1984 itu. Ya, Zaenuri sedang berusaha mewujudkan impiannya menjadikan mobil tersebut sebagai sarana untuk misi kemanusiaan. Sedan berwarna biru tua ini dia beli sendiri seharga Rp 11 juta.

"Akan saya bentuk sedan ini mirip ambulans. Ya untuk mengangkut mayat, korban kecelakaan, orang meninggal dunia, orang yang sakit di rumah butuh pertolongan," kata Zaenuri saat berbincang dengan detikcom di bengkel mobil Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/3/2021).

Nama Zaenuri sudah tidak asing lagi di lingkungan relawan, kepolisian dan wartawan Mojokerto. Pria yang akrab disapa Jaenal Degan ini sudah malang melintang menjadi relawan sejak 2011 silam.

Hampir setiap peristiwa di Mojokerto raya dan sekitarnya, tidak luput dari kehadirannya. Zaenuri mengabdikan hidupnya untuk berbagai misi kemanusiaan tanpa mengharap upah. Mulai dari mengevakuasi korban pembunuhan, kecelakaan, bencana alam, hingga membantu pemadaman kebakaran.

Sekitar tiga tahun lalu, pria bertubuh mungil ini membentuk RBC. Kini dia mempunyai sekitar 12 anggota relawan di Mojokerto. Untuk menunjang misi kemanusiaannya itulah, dia bermimpi mempunyai mobil rescue sendiri.

Tidak hanya itu, Zaenuri juga ditunjuk menjadi satu dari 10 anggota tim pemakaman korban COVID-19 sejak 6 April 2020. Penunjukan dirinya dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ika Puspitasari Nomor 188.45/192/417.111/2020 tentang Pembentukan Tim Pemulasaraan Jenazah Korban COVID-19 Kota Mojokerto.

Menjadi tim pemakaman korban COVID-19 Kota Mojokerto adalah berkah bagi Zaenuri. Karena honor dari pemerintah akan dia gunakan untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Hanya saja, honor yang dia nanti-nanti tidak kunjung cair dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.

"Sejak 5 Januari 2021 sampai hari ini sekitar 82 kali pemakaman yang belum dibayar. Satu kali pemakaman honornya Rp 200.000. Kalau 82 kali ya sekitar 16,4 juta," terangnya.

Akibatnya, Zaenuri terpaksa menggunakan uang dari tabungannya untuk memperbaiki mobil rescue RBC. Pada tahap awal, pria yang sudah 13 tahun menduda ini menghabiskan Rp 6 juta. Yakni untuk memperbaiki kaki-kaki mobil dan sistem pengeremannya.

Simak juga 'Suasana Haru Pemakaman Jenazah Covid-19, Keluarga Peluk Pusara Pakai APD':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2