Setahun Corona Diwarnai Beragam Jemput Paksa Jenazah COVID-19 di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 14:19 WIB
4 Anggota Keluarga Penjemput Paksa Jenazah Positif di RS Paru Jadi Tersangka
Penjemput paksa jenazah COVID-19 diperiksa (Foto: Istimewa Polda Jatim)
Surabaya -

Setahun Corona tak hanya diwarnai kenaikan kasus jumlah COVID-19. Namun kasus jemput paksa jenazah yang meninggal positif COVID-19 di rumah sakit setahun Corona Jatim juga marak. Baik terjadi Jawa Timur khususnya di Surabaya. Setidaknya ada tiga kasus jemput paksa di Kota Pahlawan yang menyita perhatian karena sempat terekam video dan viral.

Kasus jemput paksa jenazah COVID-19 di Kota Pahlawan awal terjadi di rumah sakit Paru Surabaya. Video yang memperlihatkan penjemputan paksa oleh keluarga bahkan viral di media sosial.

Penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 di RS Paru itu dilakukan sekelompok warga Pegirian, Surabaya, Kamis (4/6/2020). Mereka membawa pulang jenazah tanpa protokol kesehatan.

Aksi berbahaya itu mereka lakukan karena tidak ingin jenazah tersebut dimakamkan dengan protokol COVID-19. Tal hanya itu, aksi penjemputan itu dilakukan dengan ancaman kepada sejumlah tenaga kesehatan san pegawai rumah sakit.

Kasus itu kemudian berbuntut panjang. Empat anggota keluarga dari jenazah tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, istri dari salah satu tersangka yang sedang hamil kemudian dinyatakan positif COVID-19 usai aksi jemput paksa jenazah tersebut.

Keempat tersangka itu kemudian diancam hukuman 7 tahun penjara. Ancaman hukuman diberikan karena keempat tersangka telah melanggar sejumlah pasal.

"Pasal yang kami kenakan yakni Undang-undang wabah penyakit, dan UU Karantina Kesehatan serta terkait dengan KUHP. Di sini ancamannya adalah maksimal 7 tahun penjara," ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum saat itu.

Sedangkan kasus ketiga, ratusan ojek online (ojol) nekat menjemput temannya yang meninggal positif COVID-19 di RSU dr Soetomo. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6/2020). Mereka menolak jika temannya itu akan dimakamkan secara protokol kesehatan karena diduga hasilnya positif COVID-19.

Tonton video 'Menristek Cerita Perjuangan RI Keluar dari Ketergantungan Impor Alkes':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2