Libatkan Santri Putus COVID-19, Polisi Pacitan Bagi Masker ke Puluhan Ponpes

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:50 WIB
polres pacitan
Polisi memakaikan masker dengan benar ke santri (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Upaya memutus rantai penularan COVID-19 terus digencarkan. Salah satunya dengan melibatkan pondok pesantren. Ini seperti dilakukan Polres Pacitan dan jajaran dengan membagikan masker kepada para santri.

"Setelah kemarin dilaksanakan pencanangan Gerakan Santri Bermasker, hari ini langsung kami tindaklanjuti dengan kegiatan ini," ucap Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Jumat (26/2/2021).

Dikatakan Wiwit, keberadaan para santri memegang peran penting untuk ikut membantu mencegah penularan COVID-19. Kedisiplinan mereka menegakkan protokol kesehatan diharapkan berdampak langsung pada penurunan angka penderita.

Menurut Wiwit, jumlah santri di Pacitan cukup banyak. Bahkan dari 20 pondok pesantren yang ada di Kota 1001 Gua, total santri diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Tentu saja mereka diharapkan menjadi pelopor patuh protokol kesehatan.

polres pacitanPolisi membagikan masker ke santri (Foto: Purwo Sumodiharjo)

"Kita siapkan seluruhnya 30 ribu masker untuk di bagikan di 20 pondok pesantren," tambah Wiwit seraya menjelaskan untuk gelombang pertama pembagian dilakukan di 10 ponpes.

Adapun kesepuluh ponpes tersebut antara lain Pondok Tremas, Pondok Kikil, Nurul Dholam, Annur, serta SMPIT. Selain itu juga ponpes Al Istiqomah, Al Anwar, Nahdatul Shuban, Roudhoh Al Hikam, dan ponpes Wates Widoro.

"Untuk (ponpes) yang lain kami agendakan di hari berikutnya," imbuhnya.

Selama ini, kata Wiwit, hubungan polisi dengan pengelola ponpes terjalin baik. Karenanya saat dirinya mendatangi ponpes untuk melaksanakan pembagian masker, para kiai dan santri menyambut dengan gembira.

Sinergitas itu ke depan diharapkan semakin kuat. Sehingga segala persoalan yang ada dapat dicarikan jalan keluar bersama. Termasuk di antaranya dalam menjamin kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan.

"Yang terpenting selain saling mengawasi dan mengingatkan adalah bangkitnya kesadaran akan pentingnya menjaga diri dan orang lain dari COVID-19," tandasnya.

Sambil membagikan masker, polisi yang semuanya mengenakan kopiah juga menyosialisasikan tata cara memakai penutup hidung dan mulut tersebut. Yakni tidak memegang bagian dalam masker serta tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum tangan dipastikan tercuci.

(iwd/iwd)