Kota Mojokerto Zona Oranye, Wali Kota Izinkan Sekolah Tatap Muka

Foto: Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 14:14 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengizinkan sekolah tatap muka untuk siswa SD-SMP negeri maupun swasta mulai 1 Maret 2021. Mojokerto kini masih berstatus zona oranye.

Data yang dilansir detikcom dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, Kota Mojokerto masih bertahan di zona oranye penyebaran COVID-19. Jumlah pasien terinfeksi Virus Corona hingga 22 Februari 2021 mencapai 2.296 jiwa. Terdiri dari 106 pasien dalam perawatan, 2.035 pasien sembuh, serta 155 pasien meninggal dunia.

Berdasarkan sumber yang sama, Kota Mojokerto mempunyai fatality rate cukup tinggi, yakni 6,75 persen. Artinya, hampir 7 dari setiap 100 orang yang terinfeksi COVID-19 di kota ini meninggal dunia. Sementara recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien mencapai 88,63 persen.

Meski begitu, Wali Kota Mojokerto mengizinkan pemberlakuan sekolah tatap muka untuk siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. Sedangkan pembelajaran bagi murid PAUD dan TK tetap secara daring. Kepala daerah yang akrab disapa Ning Ita ini mengklaim wilayahnya sudah membaik dari pandemi COVID-19.

"Terkait KBM (kegiatan belajar mengajar), melihat tren angka keterpaparan COVID-19 yang semakin menurun. Artinya, kondisi Kota Mojokerto semakin membaik. Maka akan segera memutuskan melaksanakan kembali KBM secara tatap muka di tingkat SD dan SMP yang akan dimulai 1 maret 2021. Tentu saja KBM dilaksakan terbatas dengan protokol kesehatan yang cukup ketat," kata Ning Ita dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (23/2/2021).

Rupanya, klaim kondisi Kota Mojokerto membaik dari pandemi COVID-19 yang dicetuskan Ning Ita salah satunya berdasarkan hasil pemetaan Rukun Tetangga (RT) untuk PPKM mikro. Menurut dia, zonasi 682 RT di wilayahnya berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 3 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro.

Dalam Inmendagri tersebut dijelaskan zona hijau adalah RT tanpa ada penduduknya yang terinfeksi COVID-19. Jika terdapat 1-5 orang positif COVID-19 di satu RT, maka menjadi zona kuning. Jika ditemukan 6-10 orang terinfeksi Corona, maka RT tersebut menjadi zona oranye. Sedangkan jika terdapat lebih dari 10 penderita Corona, RT itu menjadi zona merah.

Karena mengacu pada Inmendagri tersebut, mayoritas RT di Kota Mojokerto menjadi zona hijau. Hanya sebagian kecil yang tergolong zona kuning. Seperti yang dipublikasikan Satgas Penanganan COVID-19 setempat di situs covid19.mojokertokota.go.id.

"Terkait zona satu kota atau satu wilayah, aturannya menggunakan Permenkes. Indikatornya sangat rigid. Yang menghitung sehingga muncul zona hijau, kuning, oranye dan merah adalah BNPB berdasarkan data (aplikasi) allrecord yang kami kirim setiap pekan. Khusus PPKM mikro aturannya menggunakan Inmendagri 3 2021 indikatornya sangat sederhana. Kalau 0 di satu RT maka hijau, 1-5 kuning, 6-10 orangye, lebih dari 10 merah. Data bisa dilihat semua masyarakat di situs, bisa kita ketahui 682 RT mana saja yang masih zona kuning kami upayakan menjadi zona hijau," terangnya.

Simak Video: Anjuran Mendikbud Bila Pembelajaran Jarak Jauh Sulit Diterapkan

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2