Tiap Malam Pengungsi Tanah Retak di Nganjuk Selalu Cari Tempat Aman

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 12:02 WIB
Tanah retak terjadi di Dusun Petungulung, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan. Ada 164 warga yang mengungsi.
Pengungsi akibat tanah retak di Nganjuk/Foto: Istimewa
Nganjuk - Tanah retak terjadi di Dusun Petungulung, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan. Ada 164 warga yang mengungsi saat malam dan ketika hujan.

"Warga yang terdampak tanah retak di desa saya ada 164 jiwa. Kita ungsikan ke tempat aman. Sore ini (21/2) hujan takut longsor," ujar Kepala Desa Margopatut, Solikin saat dikonfirmasi detikcom, Senin (22/2/2021).

Sebanyak 164 jiwa tersebut, kata Solikin, dari 51 KK yang tersebar di tiga RT di Dusun Petungulung. Lokasi pengungsian mereka yakni di rumah lima warga yang dinilai aman.

"Warga takut longsor ini sebagian mengungsi ke tempat aman kalau waktu malam dan saat hujan siang. Ada di lima rumah warga di RT 01, 02 dan 03 buat pengungsian," kata Solikin.

Solikin juga menjelaskan, 164 pengungsi tersebut terdiri dari 83 laki-laki dan 81 perempuan. Dari jumlah itu, pengungsi dewasa ada 104, balita 15, anak-anak 35 dan lansia 10.

Tanah retak itu, kata Solikin, sepanjang 300 meter dan membuat warga resah takut terjadi longsor. Mereka trauma melihat longsor di Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos yang menelan 19 korban jiwa. Meski dari lokasi longsor ke titik retakan sekitar 10 km.

Simak juga video 'Mensos Risma Beri Santunan 9 Ahli Waris Korban Longsor Nganjuk':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)