PDIP Jatim Sarankan Dana Hibah Museum SBY Bantu Warga Saat Pandemi COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 19:53 WIB
Begini Progres Pembangunannya museum SBY*ANI di Pacitan
Progres pembangunan Museum SBY (Foto file: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Surabaya -

Warganet ramai membahas soal dugaan kucuran dana Rp 9 miliar dari Pemkab Pacitan untuk Museum SBY. Dana hibah tersebut, merupakan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim kepada Pemkab Pacitan.

Anggota DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono menilai dana hibah tersebut lebih baik digunakan Pemkab Pacitan untuk membantu warga di tengah pandemi COVID-19.

"Duit Rp 9 miliar itu bisa untuk membeli beras 900 ribu Kg, bisa dibagikan ke rakyat miskin. Memfasilitasi lebih dari 500 ribu pelajar dengan bantuan paket data 1 GB, atau memberi ribuan beasiswa untuk mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah di masa pandemi," ujar Deni kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

Deni menjelaskan, dana hibah Rp 9 miliar tersebut dirasa tidak pas bila diberikan ke sebuah lembaga. Apalagi ia merasa, tujuan museum tersebut untuk citra politik.

"Uang rakyat Rp 9 miliar untuk sebuah lembaga yang tujuannya adalah citra politik personal seorang tokoh, kurang pas. Apalagi di masa pandemi COVID-19, di mana rakyat sedang kesusahan," tegasnya.

Deni menegaskan, dana yang berasal dari APBD semestinya didedikasikan untuk membantu rakyat. Bukan untuk membiayai proyek museum seseorang.

Lebih lanjut, Deni menjelaskan, APBD merupakan instrumen fiskal yang mestinya digunakan berdasarkan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran. Menurutnya, saat ini yang penting adalah membantu rakyat miskin. Apalagi, Pacitan termasuk salah satu sentra kemiskinan di Jatim.

"Kemiskinan di Pacitan sangat tinggi, yaitu 14,54 persen per tahun 2020. Ini termasuk yang tertinggi di Jatim. Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp 28 juta per orang per tahun, hanya separo dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim," ungkapnya.

Saksikan juga 'Sandiaga Bakal Perluas Dana Hibah ke Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2