Menang di Pilkada Banyuwangi, Kapan Ipuk-Sugirah Dilantik?

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 12:21 WIB
Mahkamah Konstitusi memutuskan perkara permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Banyuwangi tidak dilanjutkan. Dengan demikian, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Banyuwangi 2020.
Ipuk Fiestiandani Azwar Anas (tengah)/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Mahkamah Konstitusi memutuskan perkara permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Banyuwangi tidak dilanjutkan. Dengan demikian, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Banyuwangi 2020.

Kapan keduanya dilantik? Komisioner KPU Banyuwangi Ari Mustofa mengatakan, pelantikan merupakan wewenang dari Gubernur Jawa Timur. Sebelum pelantikan, KPU Banyuwangi segera melakukan penetapan pasangan Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih, dalam Pilkada Banyuwangi 9 Desember 2020.

"Penetapan (Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih) rencana Hari Kamis (18 Februari 2021)," ujar Komisioner KPU Banyuwangi Ari Mustofa kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Rencananya, setelah dilakukan penetapan, KPU Banyuwangi akan menyampaikan berkas-berkas kepada DPRD Banyuwangi dan pihak-pihak terkait. Selanjutnya DPRD Banyuwangi yang akan memproses berkas pengajuan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih hasil Pilkada 2020.

"Yang mengajukan pelantikan ke Gubernur itu DPRD Banyuwangi," jelasnya.

Ari Mustofa menyatakan, hingga saat ini KPU Banyuwangi belum menerima salinan putusan perkara permohonan PHP Pilkada Banyuwangi yang telah dibacakan pada Senin, 15 Februari 2021. Namun dia optimis pada saat penetapan tersebut salinan putusan sudah diterima KPU.

Dia menjelaskan, salinan putusan perkara permohonan PHP Pilkada itu diserahkan MK kepada KPU RI. Namun belum bisa dipastikan apakah salinan putusan itu diberikan secara parsial kasus per kasus atau kah seluruh perkara dijadikan satu baru kemudian diserahkan kepada KPU RI.

"MK itu menyampaikan ke KPU RI parsial, per kasus atau nanti borongan setelah sidang-sidang semua selesai, terus dijadikan satu. Terus dilimpahkan berkas barengan atau kasus per kasus," terangnya.

Untuk diketahui, pada pesta demokrasi 2020 ada dua kontestan yang maju dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. Mereka adalah calon nomor urut 01 Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy dan calon nomor urut 02 Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah.

Berdasarkan hasil rapat rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Banyuwangi 2020, yang dilakukan KPU Banyuwangi pada pukul 00.05 WIB, Kamis, 17 Desember 2020, Yusuf Widyatmoko-KH Muhammad Riza Aziziy memperoleh 398.113 suara. Atau 47,6 persen. Sedangkan pasangan calon Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah memperoleh 438.847 suara atau setara 52,4 persen.

Dari perolehan suara tersebut, paslon Ipuk-Sugirah unggul dengan selisih 4,8 persen. Atau setara 40.734 suara dari jumlah total partisipasi pemilih sebanyak 852.202 orang. Meski selisihnya di atas 0,5 persen, pasangan Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy menggugat hasil pemilihan ini ke MK. Dalam persidangan MK memutuskan menolak perkara permohonan PHP tersebut.

(sun/bdh)