Mobilitas Warga Surabaya Terpantau Rendah Saat Libur Panjang Imlek

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 10:40 WIB
Pemkot Surabaya berencana menggelar vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada Selasa (16/2). Namun Wali Kota Whisnu Sakti Buana belum bisa memastikan soal kesiapannya.
Wali Kota Whisnu Sakti Buana (Foto: Esti Widiyana/File)
Surabaya - Tak banyak warga Surabaya memanfaatkan libur panjang Imlek kemarin dengan bepergian keluar kota. Mobilitas warga Surabaya terpantau landai selama tiga hari libur tersebut.

Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan jika mobilitas warga Surabaya saat libur panjang kemarin rendah. Bahkan di pintu masuk Kota Pahlawan cenderung landai.

"Saya keliling selama liburan, siang, sore mobilitas di Surabaya relatif landai, banyak yang sepi. Di perbatasan juga di Minggu sore tidak terlalu padat untuk masuk Surabaya. Sepinya itu memang orang cenderung di rumah tidak keluar rumah," kata Whisnu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2021).

Namun, terkait efek libur panjang Imlek belum bisa dikatakan untuk mengetahui pergerakan kasus COVID-19. Perlu menunggu beberapa hari kemudian untuk bisa melihat kasus COVID-19.

"Sepanjang liburan kemarin, konfirm positif juga masih landai, cenderung turun. Kita lihat 1-2 hari ke depan baru kelihatan ada kalau ada lonjakan," jelasnya.

Whisnu berharap tidak ada lonjakan kasus usai long weekend. Sebab, mobilitas selama libur panjang Surabaya tidak terlalu banyak pergerakan manusia. Bahkan BOR RS kembali mengalami penurunan.

"Kita harapkan tidak menambah yang signifikan dari liburan panjang. BOR aman. Ini menurun lagi menjadi 60%," ujarnya.

Meski begitu, tidak ada kelonggaran protokol kesehatan. Namun ia tetap menunggu evaluasi secara nasional. Whisnu juga menunggu intruksi Mendagri apakah PPKM mikro akan diperpanjang.

"Kalau misalkan tidak diperpanjang, tapi bagaimana penerapan selanjutnya. Artinya kalau efektifitas itu memang efektif, mungkin aturan PPKM tidak diperpanjang yang kita harapkan. Tapi memang pengetatan itu tetap kita lakukan, juga memberikan relaksasi sisi ekonomi," pungkasnya.

(iwd/iwd)