Jumlah Penumpang KA selama Imlek di Daop 8 Surabaya Sama Seperti Hari Biasa

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 20:21 WIB
stasiun gubeng
Stasiun Gubeng Surabaya (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Penumpang Kerata Api (KA) di DAOP 8 tidak mengalami lonjakan selama libur long weekend Tahun Baru Imlek 2021. Pandemi COVID-19 adalah penyebabnya.

"Tidak ada pelonjakan signifikan pada long weekend libur Imlek ini. Hampir sama dengan hari biasa sebelum Imlek," ujar Manager Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif kepada detikcom, Minggu (14/2/2021).

Luqman menjelaskan mulai Kamis (11/2) hingga Minggu (14/2), tercatat per-harinya, jumlah penumpang yang naik atau pun turun di seluruh stasiun DAOP 8 berkisar di angka 8 ribu. Angka tersebut hampir sama saat weekdays di masa pandemi COVID-19 ini.

"Sama dengan hari biasa. Biasanya 7 ribu lebih, kadang 6 ribu. Hampir sama, total seluruh DAOP 8 sekitar 8 ribu penumpang. Mayoritas penumpang dari KA lokal, seperti KA komuter Sdoarjo-Indro Gresik dan KA lokal Surabaya-Malang, Surabaya-Jombang, dan Surabaya-Pasuruan," jelasnya.

Luqman menyatakan, jumlah penumpang di libur Imlek ini menurun drastis ketimbang saat libur long weekend sebelumnya di masa pandemi COVID-19. Seperti libur long weekend Natal, Tahun Baru.

"Jelas menurun, pada long weekend kali ini juga gak ada KA tambahan yang jalan. KA jarak jauh cuma Argo Anggrek, Jayabaya, Harina, Turangga, Bima, Gjayana, dan Sri Tanjung. Apalagi kalau dibanding dengan Libur Imlek sebelum pandemi, malah beda jauh," imbuhnya.

Luqman menambahkan ada beberapa aturan khusus selama libur long weekend Imlek kali ini. Ia menduga, tidak ada pelonjakan penumpang KA, karena persyaratan yang berbeda dari sebelumnya tersebut.

"Yang berbeda adalah, sesuai Surat Edaran Kemenhub nomor 2, bahwa masyarakat yang akan bepergian di masa libur Imlek ini, diharuskan melakukan tes rapid antigen maksimal 1x24 jam sebelum berangkat. Kalau di luar libur Imlek, 3x24 jam," terangnya.

"Intinya, gak ada kenaikan penumpang signifikan. Jumlah KA yang beroperasi juga gak ada tambahan. Kapasitas angkut juga 70 persen sesuai aturan dari pemerintah," pungkasnya.

(iwd/iwd)