Bus Sugeng Rahayu Tabrak Rumah di Mojokerto hingga Bagian Toko Porak-poranda

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 02:19 WIB
Bus Sugeng Rahayu yang sarat penumpang menabrak rumah di Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan bagian toko dari rumah tersebut porak-poranda.
Bus Sugeng Rahayu yang menabrak rumah di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Bus Sugeng Rahayu yang sarat penumpang menabrak rumah di Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan bagian toko dari rumah tersebut porak-poranda.

Kecelakaan ini terjadi di jalur arteri Surabaya-Madiun masuk Desa/Kecamatan Trowulan. Tepatnya sekitar 50 meter sebelum simpang 4 Trowulan jika dari arah Surabaya.

Pemilik rumah Abdul Hasan (46) mengatakan, kecelakaan terjadi pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, dirinya sedang tidur di dalam kamar rumahnya. Kamar tersebut tepat di belakang toko helm yang dikelola adik kandungnya.

"Saya terbangun karena suara rem cukup panjang dari jalan. Kemudian suara benturan keras dari depan rumah," kata Hasan kepada detikcom di lokasi kecelakaan, Minggu (14/2/2021).

Hasan pun bergegas bangun untuk melihat apa yang terjadi. Saat keluar dari kamar, debu bertebaran di dalam rumahnya. Ternyata toko helm milik adiknya ambruk karena ditabrak Bus Sugeng Rahayu.

Beruntung saat kecelakaan terjadi, toko sedang tutup. Adiknya memperbaiki helm di ruang tamu rumahnya. Ruang tamu tersebut persis di sebelah kiri toko yang porak-poranda.

"Di dalam rumah ada 5 orang, alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban," terangnya.

Toko helm yang ambruk mempunyai luas sekitar 5x8 meter persegi. Puing tembok sebelah depan dan kanan toko berhamburan di lantai bersama barang dagangan. Kaca depan Bus Sugeng Rahayu yang menabrak toko ini pecah seluruhnya.

"Harapannya ada ganti rugi dari pihak bus. Saya tak bisa menafsirkan kerugiannya, nanti saya koordinasi dengan pihak bus dan tukang bangunan supaya diperbaiki," ujar Hasan.

Bus bernopol W 7104 UP tersebut dikemudikan M Jumantoro (51), warga Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Bus jurusan Surabaya-Wonogiri ini melaju dari timur ke barat, atau dari arah Surabaya menuju Jombang. Sekitar 40 penumpang duduk di dalamnya.

Lihat juga video 'Korban Tewas Kecelakaan Bus Pemkab Agam Jadi 3 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



Jumantoro mengaku melaju dengan kecepatan sekitar 30 km/jam mendekati simpang 4 Trowulan. Saat itu, sebuah bus Sugeng Rahayu lainnya mendahului dirinya dari lajur kanan. Ia pun menginjak pedal rem lantaran lampu lalu lintas di depannya menyala merah.

"Saat saya rem tahu-tahu kok selip ke kanan naik ke median jalan, lalu saya banting stir ke kiri menabrak rumah ini," jelasnya.

Bus Sugeng Rahayu ini lebih dulu menabrak pagar rumah warga tepat di sebelah kanan rumah Hasan. Bus lantas menghantam toko helm yang dikelola adik Hasan hingga porak-poranda. Rumah dan toko tersebut di tepi jalur arteri Surabaya-Madiun.

"Kondisi tadi hujan, jalan aspalnya juga baru sehingga licin," terang Jumantoro.

Kecelakaan ini juga mengakibatkan Jumantoro terluka di kening dan pipi kanannya. Dia kembali ke lokasi kecelakaan setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Sejumlah anggota Polsek Trowulan berada di lokasi kecelakaan untuk mengatur arus lalu lintas. Polisi juga mendatangkan truk derek untuk mengevakuasi bus. Begitu pula petugas PLN yang dipanggil untuk memperbaiki kabel listrik yang jatuh akibat ambruknya toko helm di rumah Hasan. (sun/bdh)