Kilas Balik Pembantaian Dukun Santet

Deklarasi Perdunu Buka Luka Lama Kisah Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 10:22 WIB
Disbudpar Banyuwangi Bakal Klarifikasi Perdunu
Deklarasi Perdunu di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia mendeklarasikan diri di Banyuwangi. Sebanyak 10 orang membuat wadah bagi pada dukun hingga paranormal agar menjadi referensi bagi masyarakat.

Deklarasi ini salah satu tujuannya adalah agar masyarakat terhindar dari penipuan dukun palsu. Namun, adanya Perdunu ini dinilai mencederai citra Banyuwangi yang sudah terkenal dengan wisata dan festivalnya.

Tak hanya itu, Perdunu Indonesia seolah membuka luka lama masyarakat Banyuwangi yang trauma dengan adanya tragedi pembantaian dukun santet yang terjadi pada tahun 1998.

"Tentu hal ini membuka luka lama tragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi. Kala itu memang mencekam makanya saat ada kata dukun dan Festival Santet, itu membuat ingatan kembali di masa itu," ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M Ridho, Rabu (10/2/2021).

Saat itu, kata Ridho, dirinya di staf informasi dan pendataan. Pada saat itu banyak laporan pengrusakan dan penganiayaan yang berujung kematian orang yang diduga dukun santet.

"Banyak jumlahnya. Tapi saya belum pernah mendata detail,"ujarnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah Banyuwangi yang terlibat dalam penelitian Komnas HAM Suhalik mengatakan dirinya pernah memperkirakan jumlah orang yang dibantai karena diduga dukun santet itu berjumlah 156 orang. Jumlah itu dimungkinkan bertambah, karena masih banyak aksi kisruh yang terjadi sehingga semuanya tak terdata.

"Ada yang dibunuh pada saat itu. Ada pula yang melarikan diri, kemudian kembali dan dibunuh dengan cara dibantai," ujar Suhalik kepada detikcom, Selasa (9/2/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2