Diminta Ganti Nama dan Istilah Festival Santet, Ini Tanggapan Perdunu

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 20:44 WIB
Ketua Umum Perdunu Indonesia Gus Abdul Fatah Hasan
Ketua Umum Perdunu Gus Abdul Fatah Hasan (kaos putih)/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Sejumlah pihak mendesak agar Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia mengubah nama organisasi dan istilah Festival Santet. Karena pilihan kalimat itu memiliki stigma negatif khususnya bagi masyarakat di luar Banyuwangi.

Dari berbagai masukan tersebut, Ketua Umum Perdunu Gus Abdul Fatah Hasan mengaku bisa memahami apa yang menjadi kegelisahan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.

"Kami sangat mengapresiasi forum tersebut. Intinya kami memahami apa yang diinginkan pemerintah daerah," kata Gus Fatah kepada detikcom, Senin (8/2/2021).

Kendati demikian, perubahan nama tersebut harus dibahas terlebih dahulu di internal organisasi, mengingat Perdunu tidak hanya didirikan oleh satu orang saja.

"Akan kita tindak lanjuti dalam rapat internal. Ditunggu saja," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi berharap forum ini bisa mengakhiri polemik terkait Festival Santet.

"Kita mendahulukan tabayyun dalam apapun. Ini adalah cara Banyuwangi untuk menyelesaikan masalah. Insyaallah akan ada titik temu terbaik," katanya.

"Ini juga sekaligus kita jelaskan bagaimana cara berorganisasi terutama masalah perizinannya, juga bagaimana cara festival. Termasuk juga menelaah istilah dukun, yang menjadi khazanah tidak baik yang disematkan pada organisasi ini," tutupnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi akhirnya melakukan klarifikasi kepada Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia, terkait polemik yang terjadi saat ini.

Kegiatan digelar di Aula Disbudpar Banyuwangi, Senin (8/2/2021). Hadir dalam acara itu, Ketua MUI KH Muhammad Yamin, Kepala Disbudpar Banyuwangi, MY Bramuda, Kepala Kesbangpol dan beberapa ormas seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan anggota Perdunu Indonesia.

Saksikan juga 'Dukun Tengger, Pemuka Agama Suku Tengger':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)