Sengketa Pilkada Surabaya, Tim Eri-Armuji Sebut Lawan Menggugat Karena Kalah

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 15:32 WIB
Tim kuasa hukum Eri Cahyadi-Armuji menyebut, gugatan sengketa Pilkada Surabaya yang dilayangkan Machfud Arifin-Mujiaman bukan karena ada kecurangan. Namun tak terima kekalahan.
Arif Budi Santoso, Kuasa Hukum Eri Cahyadi-Armuji/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Tim kuasa hukum Eri Cahyadi-Armuji menyebut, gugatan sengketa Pilkada Surabaya yang dilayangkan Machfud Arifin-Mujiaman bukan karena ada kecurangan. Namun tak terima kekalahan.

Pernyataan itu disampaikan pada sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (2/2/2021). Arif Budi Santoso, Kuasa Hukum Eri Cahyadi-Armuji mengatakan, dalam persidangan terungkap fakta bahwa paslon MA-Mujiaman tidak pernah ada komplain selama rekapitulasi KPU. Itu terjadi mulai dari TPS kelurahan hingga kota.

"Terhadap hasil rekapitulasi KPU, Machfud-Mujiaman telah menerima sepenuhnya tanpa ada keberatan atau komplain dari pemohon. Penerimaan ini terjadi secara berjenjang mulai tingkat TPS, kelurahan, kecamatan dan sampai terakhir pada level kota," jelas Arif, Selasa (2/2/2021).

Bahkan, lanjut Arif, para saksi dari Machfud Arifin-Mujiaman menerima dan menandatangani seluruh berkas dokumen Berita Acara dan Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara. Atas dasar itu, pihaknya juga telah menyampaikan dalam persidangan.

"Semuanya ditandatangani tanpa catatan dan keberatan. Itu kami sampaikan buktinya ke MK," tutur Arif.

Atas dasar itu, tim Eri Cahyadi-Armuji kembali menegaskan bahwa gugatan ke MK yang dilayangkan Machfud Arifin-Mujiaman, bukan karena ada kesalahan atau kecurangan dalam proses Pilkada Surabaya. Tapi karena kalah.

"Jadi, bisa dikatakan Machfud-Mujiaman melayangkan gugatan hanya karena kalah Pilkada, bukan karena ada kesalahan atau pelanggaran dalam proses Pilkada hingga penghitungan dan rekapitulasi suara. Karena faktanya mereka semua tanda tangan dari TPS sampai tingkat kota," tegasnya.

Arif menambahkan, dalam gugatan ke MK, Machfud-Mujiamann juga tidak pernah sekalipun mendalilkan adanya kecurangan atau pelanggaran. Untuk itu ia menyebut proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara selama Pilkada Surabaya adalah sah.

"Tidak ada alasan apapun untuk tidak mengatakan penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tahun 2020 oleh termohon adalah sudah benar dan sah," lanjut Arif.

Dalam hasil rekapitulasi Pilkada Surabaya 9 Desember 2020 tercatat ada 1.049.334 suara sah. Rinciannya yakni paslon Eri Cahyadi-Armuji meraup 597.540 suara. Sedangkan Machfud Arifin-Mujiaman meraih 451.794 suara.

(sun/bdh)