Ini Cara Polisi Antisipasi Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 20:40 WIB
polres jombang
Kapolres Jombang menginspeksi personel (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Polres Jombang menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi aksi pengambilan paksa jenazah COVID-19 dan menghadapi bencana alam. Salah satunya dengan menyiagakan personelnya di setiap rumah sakit di Kota Santri.

Langkah antisipasi diwujudkan Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho dengan mengecek kesiapan personel dan peralatan untuk menangani bencana alam. Pengecekan digelar di lapangan upacara Polres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim.

"Karena cuaca yang tidak bersahabat saat ini, kita tahu angin yang cukup kencang, banjir di beberapa wilayah. Oleh sebab itu, saya cek kesiapsiagaan anggota kami terkait siaga bencana," kata Agung kepada wartawan di lokasi, Kamis (28/1/2021).

Saat bencana alam terjadi, lanjut Agung, semua personel Polres Jombang bersama TNI akan diterjunkan. Mulai dari membantu evakuasi para korban, hingga menjaga keamanan harta benda mereka.

"Untuk polsek jajaran kami beri kewenangan apabila terjadi pencurian saat banjir supaya mengambil tindakan. Kalau terjadi bencana cepat melapor supaya kami berkoordinasi dengan Pemda. Misalnya terkait kebutuhan alat berat yang kami tidak punya.Jangan sampai terjadi konflik sosial," terangnya.

Gelar pasukan kali ini, kata Agung, juga untuk mencegah pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 yang marak terjadi di daerah lain. Untuk itu, pihaknya menyiagakan personil di setiap rumah sakit.

Anggota polisi di rumah sakit juga ditugaskan mengedukasi keluarga pasien. Yakni terkait risiko kesehatan akibat mengambil paksa jenazah dan ancaman pidana jika nekat melakukannya. Cara ini berhasil mencegah dua percobaan pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 di Kota Santri.

"Semoga tidak terjadi pengambilan paksa jenazah. Merebut jenazah ada pidananya, kami menghindari itu. Makanya setiap polsek kami pasang papan imbauan supaya masyarakat tahu. Hasil tes PCR pasien juga supaya keluar cepat sehingga masyarakat tidak menunggu," tandasnya.

(iwd/iwd)