6 Pegawai Positif COVID-19, Pengadilan Negeri Lamongan Ditutup Sementara

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 17:45 WIB
Pengadilan Negeri Lamongan
Pengadilan Negeri Lamongan ditutup gegara 6 pegawai positif COVID-19 (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Pengadilan Negeri (PN) Lamongan menutup sementara layanan mulai Kamis (28/1/2021) hingga 8 Februari. Penutupan dilakukan karena 6 pegawai yang positif COVID-19.

Penutupan PN Lamongan juga diumumkan secara langsung dengan memasang pengumuman di depan kantor yang berada di Jalan Veteran Lamongan tersebut.

"Pengumuman, sehubungan dengan adanya ASN Pengadilan Negeri Lamongan yang terpapar COVID-19 untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, maka diberitahukan bahwa semua jenis pelayanan terhadap masyarakat Pengadilan Negeri Lamongan mulai Kamis 28 Januari-Jumat 5 Februari 2021 ditutup sementara dan akan dibuka kembali pelayannya pada Hari Senin 8 Februari 2021," seperti tertulis dalam pengumuman di depan PN Lamongan.

Ketua PN Lamongan Raden Ari Muladi membenarkan jika PN Lamongan ditutup sementara. Penutupan dilakukan, kata Ari, karena ada 6 pegawai di lingkungan PN Lamongan yang positif COVID-19 setelah sebelumnya sekitar 50 pegawai menjalani swab test di RSUD dr Soegiri Lamongan.

"Kantor ini kami tutup untuk sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Ari ketika dikonfirmasi wartawan.

Dari hasil swab test yang berlangsung selama 2 hari, menurut Ari, ditemukan ada 6 orang pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ke 6 pegawai yang terpapar COVID-19 itu diantaranya adalah satu panitera muda, tiga panitera pengganti, 1 panitera muda, 3 panitera pengganti, 1 juru sita, dan 1 pegawai honorer.

"Penutupan ini dimulai pada hari ini tanggal 28 januari hingga 5 Februari dan akan kami buka kembali pelayanannya pada 8 Februari," ujarnya.

Terkait sidang maupun pelayanan Pengadilan Negeri Lamongan lainnya, Ari menyebut juga akan ditunda hingga pelayanan dibuka kembali pada 8 Februari mendatang. "Terkait pelaksanaan sidang, permintaan surat keterangan atau pelayanan lain kita tunda dan kita layani kembali nanti pada 8 Februari," pungkasnya.

(iwd/iwd)