Ini Penyebab Harga Pakan Naik di Magetan hingga Ada Peternak Buang Telur

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 14:58 WIB
Peternak telur ayam di Magetan membuang hasil panennya. Ia kesal karena harga telur ayam turun terus.
Aksi peternak membuang telur di Magetan/Foto: Tangkapan Layar
Lumajang - Ada aksi peternak membuang telur ayam karena harga jualnya murah namun harga pakan melambung di Magetan. Mengapa harga pakan terus naik?

Peternak telur ayam itu bernama Sukarni atau Pitut. Ia warga Ngariboyo, Magetan. Ia sudah melakukan klarifikasi soal aksi buang telur tersebut.

Dinas Peternakan Kabupaten Magetan menyampaikan, harga jual telur ayam yang terendah di tingkat peternak saat ini berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 17.500 per kg. Sedangkan harga tertinggi di tahun 2020 sekitar Rp 22 ribu.

Sementara harga pakan ternak ayam petelur mengalami kenaikan empat kali dalam tiga bulan terakhir. "Memang kekecewaan Pak Pitut itu karena dalam tiga bulan ini ada kenaikan harga pakan empat kali. Harga telur Rp 17 ribu menang sangat mepet karena dibarengi harga pakan naik," ujar Kepala Bidang Usaha Tani dan Peternakan, Dinas Peternakan Magetan, drh Nur Haryani saat dihubungi detikcom, Rabu (26/1/2021).

Nur mengatakan, harga pakan ayam petelur saat ini berkisar Rp 410 ribu per karung ukuran 50 kg. Total kenaikan mencapai Rp 50 ribu.

"Kenaikan setiap kg Rp 1 ribu. Kalau satu sak sudah Rp 50 ribu karena berat 50 kg. Sementara dibarengi harga telur turun juga," paparnya.

Menurut Nur, ada banyak faktor naiknya harga pakan ayam petelur di Magetan. Dinas Peternakan menyebut, naiknya harga bahan baku pakan karena impor, jadi salah satu penyebab harga pakan mengalami kenaikan.

"Banyak variabel (penyebab harga pakan naik). Bisa karena naiknya bahan baku yang harus impor, bisa karena kelangkaan bahan baku dan sebagainya," jelasnya.

Nur menambahkan, harga pakan ternak ayam petelur sudah ditentukan pasar skala nasional. "Kalau harga (pakan), itu sudah pasar yang nentukan dan nasional," tambahnya.