PPKM Jilid 2, Warga Sidoarjo Dilarang Hajatan Skala Besar

PPKM Jilid 2, Warga Sidoarjo Dilarang Hajatan Skala Besar

Suparno - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 11:11 WIB
Pemberlakuan pebatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2 dimulai di Sidoarjo. Warga dilarang menggelar hajatan berskala besar.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji/Foto: Suparno
Sidoarjo - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2 dimulai di Sidoarjo. Warga dilarang menggelar hajatan berskala besar.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji mengatakan, PPKM jilid 2 di Sidoarjo lebih diperketat lagi. Karena saat PPKM sebelumnya, warga Sidoarjo dinilai masih kendor menerapkan protokol kesehatan. Salah satu yang diprioritaskan, warga Sidoarjo dilarang menggelar hajatan berskala besar.

"Saat berlangsungnya PPKM jilid 2 ini, warga Sidoarjo dilarang menggelar hajatan berskala besar, undangan yang hadir melebihi 75 orang," kata Sumardji, Rabu (27/1/2021).

Sumardji menjelaskan, selain itu, penerapan jam malam serta penyekatan jalan tetap berlaku. Ada tujuh titik jalan yang disekat. Di perbatasan dengan Surabaya di Waru, pertigaan Buduran, Jalan Yos Sudarso, perempatan Babalayar, pertigaan Candi, perempatan Wonoayu dan di Sukodono.

"Untuk jam malam mulai berlaku seperti pada PPKM sebelumnya. Yakni pukul 22.00 hingga 04.00 WIB," tambah Sumardji.

Ia menambahkan, razia-razia yustisi ditingkatkan dan akan digelar siang malam guna menekan penyebaran COVID-19. Bahkan pihaknya bersama TNI, Satpol PP, Dishub akan merazia pedagang kaki lima (PKL) di tiga titik. Yaitu di sekitar alun-alun, Taman Pinang dan di Pondok Jati.

"Razia itu dilaksanakan untuk menghindari adanya kerumunan. Guna antisipasi penyebaran COVID-19," jelas Sumardji.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Syaf Satriwarman mendukung diperpanjangnya PPKM Sidoarjo. Menurutnya, PPKM harus dilanjutkan mengingat kasus COVID-19 masih tinggi. Bahkan dalam data yang ia peroleh, Sidoarjo menjadi nomor satu dalam kasus kematian akibat COVID-19 di Surabaya Raya.

Sebagai informasi, kasus aktif atau confirm positif di Sidoarjo per 25 Januari ada peningkatan sebanyak 247 pasien. Kemudian angka kematian atau case fatality rate 6,33 persen dan kesembuhan 90,85 persen.

"Kalau jumlah kumulatif sembuh 7.949 pasien, kasus confirm 8.697 pasien. Surabaya Raya kasus kumulatif kesembuhan kita jumlah sembuhnya termasuk di urutan nomor dua. Kalau kasus kematian di Sidoarjo nomor 1 dibandingkan Surabaya dan Gresik," kata Syaf.