Polisi Tindak Tegas Dalang Demo Pemicu Kerumunan Ribuan Buruh di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 17:12 WIB
kerumunan warga dan buruh
Kerumunan yang terjadi akibat demo warga (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Polisi berupaya menindak tegas dalang demo warga di PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI), Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto yang mengakibatkan kerumunan ribuan buruh. Polisi saat ini menyelidiki kasus kerumunan tersebut dengan memeriksa para saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Semalam kami dapati kerumunan karena beberapa warga mengunci pintu gerbang perusahaan sehingga mengakibatkan karyawan tidak bisa masuk dan terjadi penumpukan (kerumunan)," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander kepada wartawan usai meninjau rumah karantina di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Selasa (26/1/2021).

Demo dilakukan 100-200 warga Desa Lolawang di depan PT SAI pada Senin (25/1). Warga meminta limbah dari pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut dikelola BUMDes Lolawang. Dalam aksinya, massa juga memblokade pintu gerbang perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

Sehingga sekitar 1.700 buruh PT SAI tidak bisa masuk ke tempat kerja mereka. Tak ayal kerumunan ribuan orang pun terjadi di jalan depan pabrik. Sekitar 100 personel Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan para pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tidak digubris. Kerumunan baru bisa diurai sekitar pukul 21.30 WIB.

Dony menyayangkan aksi warga Desa Lolawang yang memicu kerumunan ribuan orang di tengah pandemi COVID-19. Pihaknya berjanji bakal menindak tegas para dalang kerumunan tersebut.

"Kasus ini sudah kami tangani, juga sudah kami proses, akan kami kenakan Undang-undang Karantina Kesehatan ditambah UU penghasutan masyarakat. Karena dengan sengaja membuat kerumunan. Akan kami tegakkan sesuai aturan yang berlaku. Keselamatan masyarakat kami utamakan," tegasnya.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini berharap, kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Sehingga tidak terulang kembali kerumunan yang berpotensi memunculkan klaster baru penyebaran COVID-19 di Kabupaten Mojokerto.

"Yang kami sasar dalam proses hukum ini adalah penyebab kerumunan. Kami akan lakukan pemanggilan, pemeriksaan saksi-saksi. Kalau sudah cukup unsur pidananya, kami naikkan menjadi tersangka. Kasus ini akan kami lanjutkan sampai ke kejaksaan dan pengadilan," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kasus kerumunan di depan PT SAI dari Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Ngoro. Saat ini proses penyelidikan terus berjalan.

"Kami sudah meminta keterangan dari Satgas COVID-19 Kecamatan Ngoro dan 5 saksi di lokasi. Kami juga mendapatkan bukti video dan foto, akan kami pelajari," cetusnya.

Dalam kasus kerumunan ini, lanjut Rifaldhy, pihaknya membidik para penanggungjawab aksi warga Desa Lolawang. Mereka bakal disangka dengan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Para penanggungjawabnya masih kami identifikasi. Kami juga menyelidiki tindakan melawan petugas dan melakukan penghasutan. Karena menghasut untuk menutup pintu gerbang pabrik, mengajak yang lain menghalangi karyawan pabrik supaya tidak bisa masuk sehingga terjadi kerumunan," pungkasnya.

(iwd/iwd)