Polisi Bubarkan Demo Warga yang Picu Kerumunan Ribuan Buruh di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 14:12 WIB
kerumunan warga dan buruh
Kerumunan warga dan buruh yang dibubarkan polisi (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Aksi unjuk rasa warga di PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto memicu kerumunan ribuan buruh. Polisi membubarkan paksa demonstrasi tersebut lantaran melanggar protokol kesehatan.

Kapolsek Ngoro Kompol Jingga Novriyanto mengatakan demo warga Desa Lolawang di PT SAI berlangsung sejak Senin (25/1) sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar 30 warga mengawal perundingan terkait keinginan mereka mengelola limbah dari pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut.

"Tinggal kesepakatan antara perusahaan dengan vendor yang ditunjuk BUMDes Lolawang. Karena BUMDes tidak bisa mengelola sendiri, mereka menunjuk pihak ketiga. Perundingan terus berjalan, sekitar pukul 17.30 WIB saya dapat informasi perundingan selesai, notulen sudah jadi. Tinggal diketik dan ditandatangani pihak-pihak terkait," kata Jingga saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (26/1/2021).

Massa dari Desa Lolawang akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB karena kesepakatan sudah tercapai. Namun sekitar pukul 18.30 WIB, 100-200 warga dari Desa Lolawang kembali beraksi di PT SAI. Mereka memblokade pintu gerbang perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

"Tiba-tiba sekitar jam 18.30 WIB ada kabar pengacara PT SAI berkutat lagi dan menunda menandatangani surat kesepakatan. Masyarakat kembali lagi ke PT SAI dan menutup pintu gerbang lagi," terang Jingga.

Aksi warga Desa Lolawang menutup pintu gerbang PT SAI mengakibatkan kerumunan ribuan orang di depan pabrik kabel kendaraan tersebut. Ribuan orang yang berkerumun merupakan massa pengunjuk rasa dan karyawan pabrik yang tidak bisa masuk.

"Kerumunan adalah warga Desa Lolawang dan karyawan PT SAI yang tidak bisa masuk. Informasi yang saya terima, karyawan PT SAI yang masuk sif malam sekitar 1.700 orang," jelas Jingga.

Pihaknya pun berupaya keras mengimbau warga Desa Lolawang agar membubarkan diri. Namun, upaya persuasif yang dia lakukan tidak digubris oleh kerumunan massa. Sehingga sekitar 100 personil Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa.

"Saat bantuan dari Polres datang, Pak Wakapolres juga melakukan upaya persuasif. Massa diberi waktu 30 menit untuk membubarkan diri. Saat kami apel persiapan pembubaran massa, mereka akhirnya membubarkan diri dengan sendirinya," ungkap Jingga.

Massa dari Desa Lolawang akhirnya bubar sekitar pukul 21.30 WIB. Sehingga polisi bisa membuka pintu gerbang PT SAI. Ribuan buruh yang berkerumun di depan pabrik akhirnya bisa masuk ke tempat kerja mereka.

(iwd/iwd)