Kasus COVID-19 Surabaya Terbanyak Punya Komorbid, Didominasi Klaster Keluarga

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 15:31 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Penyebab tingginya penyebaran COVID-19 di Surabaya lantaran memiliki komorbid. Selain itu banyaknya orang yang memeriksakan diri ke RS. Hal tersebut berdasarkan hasil analisis data tracing sejak 18-24 Januari 2021, yang dilakukan pada 200 sampel kasus positif COVID-19.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, orang yang memiliki komorbid sebanyak 31%. Kemudian disusul kontak erat keluarga yang dinyatakan positif COVID-19 persentasenya 26%.

"Sehingga meski di posisi kedua, klaster keluarga masih dominan. Urutan penularannya bisa jadi anak muda keluyuran, nongkrong, lalu pulang ke rumah ketemu orangtua yang lanjut usia plus kormobid, akhirnya menular," kata Irvan kepada wartawan, Senin (24/1/2021).

Setelah klaster keluarga, jelas dia, disusul penularan di tempat kerja sebesar 18,5%. Pihaknya pun terus melakukan pengawasan protokol kesehatan di perkantoran/tempat kerja. Ia juga meminta manajemen perkantoran agar mematuhi protokol kesehatan.

"Mengizinkan karyawan/pegawai di sebuah perkantoran/tempat kerja yang kesehatannya menurun/menunjukan salah satu gejala yang diakibatkan virus COVID-19 untuk tidak masuk kerja sampai dengan kesehatannya pulih atau sudah melaksanakan screening COVID-19 dan dinyatakan sehat," jelasnya.

Selain itu, bepergian dari luar kota menjadi penyebab orang terpapar COVID-19 persentasenya 10%. Kemudian, dari kerumunan 7,5% persentasenya. "Pekerja di RS atau tenaga medis persentasenya 5%, tes swab sebagai persyaratan perjalanan persentasenya 2%," sebutnya.