PPKM Jilid Pertama di Surabaya, Bagaimana Evaluasinya

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 11:11 WIB
Surabaya -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya telah berjalan dua pekan. Evaluasi berdasarkan tingkat kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan secara umum telah dilakukan.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan tingkat kepatuhan akan protokol kesehatan di masyarakat sudah semakin baik. Namun bukan berarti kedisiplinan warga bisa mulai kendor, tetapi harus tetap dan lebih disiplin.

Namun, masih banyak pula pelanggar protokol kesehatan, khususnya 3M. Faktanya, lebih dari seribu orang ditindak dan terancam pemblokiran KTP.

"Memang sudah meningkat, tapi masih banyak yang terjaring, KTP harus diblokir. Ada ribuan, yang terjaring sejak awal, sekitar 1.500-1.600," kata Whisnu kepada detikcom, Minggu (24/1/2021).

Selama penindakan selama PPKM di Surabaya, Whisnu menilai jika warkop di dekat perkampungan yang banyak terkena razia. Pelanggarannya baik mengabaikan protokol kesehatan maupun jam operasional melebihi batas.

"Biasanya kerumunan sama tidak pakai masker, rata kalau itu. Warung kopi di kampung gudangnya kena razia di situ. Warkop yang di ujung gang, itu biasanya paling banyak kita razia," jelasnya.

Sedangkan di pasar tradisional sejauh ini dinilai sudah banyak yang tertib. Sebab, tidak ada peningkatan pelanggaran. Terlebih pihaknya sejak sepekan ini melakukan operasi patuh protokol.

Sama halnya dari sisi pengusaha banyak yang tertib. Meski tak dipungkiri tak sedikit pula yang harus disegel. "Ada 14 atau berapa gitu yang harus kita segel. Tapi kan memang itu harusnya tutup kita harapkan yang lain juga bisa tertib," ujarnya.

Oleh karena itu Whisnu berharap agar masyarakat Surabaya bisa lebih tertib lagi pada PPKM di Surabaya jilid 2. Seperti menjauhi kerumunan, memakai masker saat keluar rumah dan mencuci tangan sesering mungkin.

"Meskipun dekat, biasanya di kampung-kampung itu belanja ke situ saja kok pakai masker. Yang kejaring rata-rata seperti itu. Evaluasi kita tetap itu," pungkasnya.

(iwd/iwd)