Beredar Kabar soal Stagnasi Pasien COVID-19, RSSA Malang Membantahnya

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 00:29 WIB
Ruang penanganan pasien COVID-19 di RS dr Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang dikabarkan penuh. Sehingga terjadi penundaan penanganan pasien COVID-19 sampai 21 orang. RSSA menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Gambar yang beredar/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Ruang penanganan pasien COVID-19 di RS dr Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang dikabarkan penuh. Sehingga terjadi penundaan penanganan pasien COVID-19 sampai 21 orang. RSSA menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kabar tentang ruang Incovid RSSA dalam kondisi penuh diunggah oleh akun Instagram @ngalamlop, belasan jam yang lalu. "Kondisi RSSA subuh ini, kesimpulan, pasien saat ini Masih belum dapat disingkirkan infeksi COVID-19. Pasien dapat diterima di IGD Incovit. Saat ini didapatkan stagnasi 21 pasien di IGD Incovit mohon ijin untuk menunda rujukan dan menyarankan untuk mencari RS rujukan covid lainnya. Demikian laporan kami Dokter mohon advisnya terima kasih," begitu yang tertulis dalam foto yang diunggah akun @ngalamlop, seperti dilihat detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Beredarnya posting-an itu kemudian direspons oleh RSSA. Mereka mengatakan, kebenaran akan informasi yang diunggah tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami sampaikan yang tengah beredar dan viral itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena berdasarkan data pagi tadi, ada 132 pasien di ruang Incovid," ujar Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Dony menambahkan, jumlah pasien COVID-19 yang ditangani di ruang Incovid bahkan bertambah hingga siang hari. Totalnya menjadi 137 pasien.

"Di-update siang hari, jumlah pasien di Incovid bertambah menjadi 137 orang. Total bet kami sediakan ada 145 bed. Sehingga masih tidak ada stagnasi, dan kita bisa rawat dan tangani seluruh pasien," imbuh Dony.

Menurut Dony, RSSA telah melakukan peningkatan pelayanan dalam hal menambah jumlah tempat tidur isolasi. Termasuk menambah ruang ICU bagi pasien COVID-19.

"Seluruh tempat tidur Incovid dulunya hanya 80 tempat tidur kini sampai 145 bed, tempat tidur ICU awalnya hanya 10 sudah bisa kami tambah 4, sehingga kita bisa menerima pasien gejala berat dan kritis sebanyak 14 pasien ICU yang kami manfaatkan," tuturnya.

Kembali lagi pada berita adanya stagnasi di ruang Incovid RSSA, Dony menegaskan bahwa informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Jadi untuk berita stagnasi di IGD Incovid sampai 20, 21 pasien itu tidak benar. Kami berpesan kepada teman-teman semua dan masyarakat pada umumnya, bahwa wabah pandemi belum selesai, sehingga harus tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkas Dony.

(sun/bdh)