Urban Legend

Barong Kemiren Selalu Ditarikan Pada Ritual Adat dan Hajatan

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 14:35 WIB
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Hingga kini, Barong Kemiren masih dianggap sakral warga setempat. Barong elalu digunakan di upacara ritual adat Barong Ider Bumi yang digelar bulan Syawal kedua dan Tumpeng Sewu pada bulan Haji.

Budayawan Banyuwangi Hasnan Singodimayan bercerita, barong dipakai dalam upacara bersih desa, yang dilakukan setiap setiap tanggal 2 Syawal atau Lebaran (Idul Fitri ) kedua, yang disebut upacara Idher Bumi. Barong dengan tabuhan gamelan mengelilingi desa dan ditutup dengan makan bersama di sepanjang jalan desa.

Hasnan mengatakan, Barong Kemiren Sunar Udara dipercaya oleh masyarakat Kemiren sebagai pengusiran mara bahaya atau pagebluk. Selain itu, Barong juga digunakan sebagai kesenian daerah yang selalu tampil dalam hajatan masyarakat.

"Dulu di Kemiren sering terjadi pagebluk. Ada orang sakit pagi, sore meninggal. Malam sakit pagi meninggal hingga terus seperti itu. Maka Barong harus ditarikan keliling kampung untuk menghilangkan pagebluk," ujar Hasnan kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Menurut Serad, pada riwayat 20 tahun lalu, upacara ini pernah ditinggalkan karena hujan lebat. Beberapa hari kemudian, istri salah satu ahli waris barong kesurupan. Ia berteriak-teriak marah karena Idher Bumi tidak digelar. Tidak lama kemudian, bayi wanita itu meninggal.

"Kami takut kalau sampai ritual Idher Bumi tidak digelar," tambahnya.

Kesenian di Banyuwangi ini merupakan seni rakyat yang secara khusus mengandung ciri khas Using (suku khas Banyuwangi), baik yang menyangkut musik, tari, dialog, maupun ceritanya. Tari Barong biasanya diiringi beberapa gamelan khas, seperti kendang, kecrek, gong dan ketuk. Sekilas, gamelan Barong mirip Kuda Lumping dan Reog Ponorogo. Bedanya, Barong tidak menggunakan terompet.

"Personel Barong 12 orang, terdiri atas dua penari Barong, dua penari berbentuk ayam. Barong ditarikan dua orang, di kepala dan di bagian ekor," jelasnya.

Gending pengiring Barong sarat petuah kehidupan. Musiknya rancak seperti orang bertarung sebagai simbol kebersamaan. Ada sekitar 20 jenis gending pengiring Barong. Di antaranya, kembang jeruk, prejengan dan kopyahan. Dalam sekali tarian membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

"Kalau hajatan biasanya digelar semalam suntuk. Ceritanya pun tentang Barong itu sendiri. Di mana dia (Barong) adalah makhluk menyeramkan milik Jakrifah, yang membela tuannya. Tari Barong diakhiri tari ayam bertarung, simbol suasana kemenangan," pungkasnya.

(fat/fat)