Urban Legend

Barong Kemiren Berusia 391 Tahun

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 13:37 WIB
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Kesenian Barong Kemiren dipercaya tercipta tahun 1629. Barong ini muncul sepeninggal dari Buyut Cili, orang pertama yang membuka Desa Kemiren di Kecamatan Glagah, 10 KM dari pusat kota Banyuwangi. Disinyalir, usia Barong Kemiren ini sekitar 391 tahun.

"Barong ada dipercaya pada tahun 1629 masehi. Barong ini muncul setelah sepeninggal Buyut Cili, orang yang pertama membuka Desa Kemiren," ujarnya Setyo Herfendi, pemangku Barong Kemiren saat ini, kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Diakui Setyo, Barong Kemiren pernah berganti kepala Barong. Ini dilakukan karena kepala Barong asli Kemiren memiliki nilai mistis yang tinggi. Sebab dalam setiap kali tampil, selalu membuat penabuh gamelan ataupun masyarakat yang tersentuh Barong entah di sengaja atau tidak akan sakit.

Sehingga diputuskan kepala Barong sebelumnya digantikan oleh Kepala Barong baru buatan dari Buyut Sukip, pembuat Barong dari Dandang Wiring (Aaat ini Kelurahan Penganjuran) Banyuwangi. Pergantian kepala Barong itu terjadi pada saat Kerepek Sanimah memangku Barong, pada tahun 1.900an.

"Kepala Barong yang lama akhirnya dikubur. Tapi sebelum dikubur, roh yang ada di dalam Barong lama dipindah ke kepala Barong baru. Pemindahan pun dilakukan dengan cara selamatan," ujarnya.

"Kepala barong baru ini sebenarnya hadiah dari Kerepek Sanimah ke Buyut Samsuri. Dan pada saat itu lah akhirnya diganti karena terlalu mistis. Hingga akhirnya saat ini sudah ganti satu kali. (kepala Barong) yang lama dikubur kita tidak tahu dimana," tambahnya.

Sebelum ditarikan, barong wajib diberi ritual khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk ider bumi atau selamatan desa. Nilai mistis barong tetap dijaga. Mereka yang berhak menari barong adalah orang pilihan alam.

"Harus orang pilihan. Dan itu nanti akan ditentukan dengan cara selamatan. Ini agar tidak terjadi celaka bagi yang memainkan ataupun masyarakat sekitar," tambahnya.

Kesakralan Barong juga dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit. Obat diambilkan dari kemenyan yang dibakar di bawah tubuh barong, lalu dilarutkan dalam air, yang dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit, mulai buta hingga sakit perut.

"Beberapa orang sudah mencoba," pungkasnya.

(fat/fat)