Timbulkan Kerumunan, Pesta Nikah Warga Ngawi Dibubarkan Satgas Corona

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 14:04 WIB
Pesta nikah di Kecamatan Widodaren dibubarkan Satgas COVID-19.
Foto: Pesta nikah di Kecamatan Widodaren dibubarkan Satgas COVID-19. (Sugeng Harianto/detikcom)
Ngawi -

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Ngawi membubarkan pesta pernikahan yang digelar di Kecamatan Widodaren. Pesta pernikahan di Kecamatan Widodaren itu dibubarkan karena menimbulkan kerumunan.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya kegiatan berupa hajatan pernikahan, yang menimbulkan kerumunan banyak orang. Kami langsung bertindak bubarkan hari ini," ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (17/1/2021).

Pesta pernikahan yang dibubarkan digelar di kediaman Heri Susoko (52). Letaknya di Dusun Jebak, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren. Saat pembubaran itu para tamu masih belum begitu banyak kerumunan.

"Alhamdulillah, karena masih siang belum banyak kerumunan dan biasanya dilakukan kampung malam hari," papar Wayan.

Wayan menjelaskan pesta pernikahan tersebut dibubarkan karena melanggar Surat Edaran Bupati Nomor 065/01.28/404.011/2021. Surat edaran tersebut mengatur perihal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Karena kegiatan hajatan tersebut telah melanggar Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/01.28/404.011/2021 tanggal 9 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk pengendalian penyebaran COVID-19 di Ngawi," terang Wayan.

"Setelah semua tamu undangan meninggalkan lokasi hajatan, petugas meminta identitas ( KTP) tuan rumah hajatan dan di serahkan di Posko Gugus tugas COVID-19 Ngawi," imbuhnya.

Data yang dihimpun detikcom, saat ini Ngawi telah masuk zona orange setelah sekitar 5 hari terdata zona merah hingga penetapan PPKM. Saat ini data COVID-19 di Ngawi di angka 831 per 16 Januari 2021 dan 627 sembuh 52 meninggal dunia.

(zak/zak)