Pasar Dadakan Jalan Ponti Sidoarjo Ramai Didatangi Warga, Begini Kondisinya

Suparno Nodhor - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 13:09 WIB
Pasar Jalan Ponti Sidoarjo (Suparno/detikcom)
Foto: Pasar Jalan Ponti Sidoarjo (Suparno/detikcom)
Sidoarjo - PPKM saat ini diterapkan di Sidoarjo, Jawa Timur yang salah satu aturannya melarang adanya kerumunan masyarakat. Namun, pasar dadakan khusus hari Minggu tetap ada di Jalan Ponti tepatnya depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan terpantau tak berjarak..

Dari pantauan detikcom, sepanjang Jalan Ponti tersebut ditutup untuk pengendara roda empat. Namun untuk roda dua masih bisa melewati

Dengan lebar jalan sekitar 8 meter itu di sisi pinggir jalan kanan dan kiri ditempati oleh pedagang. Sementara untuk pembeli dan pengendara sepeda motor lewat di tengah antara pedagang satu dengan pedagang lainnya.

Ima (42) pedagang kaos kaki mengaku berjualan di jalan Ponti ini sudah lama sekitar lima tahun. Namun hanya di hari minggu saja, sekali buka membayar ke penanggung jawab paguyuban sebesar Rp 15 ribu.

"Sejak muncul COVID-19, saya berjualan merasa takut tertular virus. Tapi bagaimana mana lagi karena tuntutan ekonomi," kata Ima di lokasi pasar dadakan, Minggu (17/1/2021).

Pasar Jalan Ponti Sidoarjo (Suparno/detikcom)Pasar Jalan Ponti Sidoarjo (Suparno/detikcom) Foto: Pasar Jalan Ponti Sidoarjo (Suparno/detikcom)

Hal yang sama disampaikan oleh, Hendra penjual kaca mata mengatakan, berjualan di Jalan Ponti ini khusus hari Minggu mulai pagi pukul 05.00 hingga 11.00 WIB. Sekali pertemuan ditarik Rp 20 ribu, semua pedagang terorganisasi resmi. Sementara di Gading Fajar belum resmi. Makanya sering ada penertiban.

"Pasar dadakan ini resmi mas, setiap pertemuan bayar antara Rp 15 hingga Rp 20 ribu. Sebenarnya takut sih tertular virus, namun kita mencari nafkah untuk keluarga. Maka kita sering ingat ke pembeli untuk maskernya di pakai," kata Hendra.

Wawan (45) pedagang pakaian mengaku bahwa ada sekitar ratusan pedangang yang berjualan di Jalan Ponti yang panjangnya hampir 1 kilometer ini. Tapi di saat musim pandemi ini semua pedangang patuhi penerapan protokol kesehatan.

"Semua pedagang sudah mendapatkan arahan dari penanggung jawabnya masing-masing tentang penerapan protokol kesehatan. Bahkan batasan jam jualan yang biasanya sampai pukul 11.00 saat ini diajukan sampai pukul 10.00 WIB," jelas Wawan.

Sementara itu Budi (43) warga Buduran salah satu pembeli mengatakan, memang kondisi seperti ini rentan penularan virus Corona. Karena mereka tidak menyadari abaikan jaga jaraknya. Seharusnya pihak pengelola dan Pemkab Sidoarjo, ada di lokasi memberikan sosialisasi. Harus memakai masker, jaga jarak, dan setiap pedagang menyediakan hand sanitizer.

"Saya akui di lokasi ini rentan penularan, Rata-rata mereka memakai masker, namun jaga jaraknya sangat kurang. Mungkin lagi asyiknya nawar barang yang akan dibelinya jadi lupa jaga jarak," kata Budi.

"Kalau di razia kurang sependapat, karena ada kaitannya dengan ekonomi, kalau soal perut itu susah mas. Yang terpenting ada petugas di lokasi, dan menghimbau kepada mereka untuk terapkan prokes," tandas Budi.

Tonton juga 'Bandel! Nggak Pakai Masker, Warga Ciamis Dihukum Menyapu Jalan':

[Gambas:Video 20detik] (imk/imk)