Penjelasan Pencinta Reptil soal Ular Sanca Pemberi Kabar Banjir di Pasuruan

Penjelasan Pencinta Reptil soal Ular Sanca Pemberi Kabar Banjir di Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 18:17 WIB
Banjir lumpur akibat luapan Sungai Petung di Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan dikaitkan dengan cerita ular sanca gaib. Warga menuturkan, ular sanca penunggu sungai selalu memberi kabar saat banjir akan menerjang permukiman.
Ular sanca yang ditangkap warga Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
"Banyak ular sanca di sungai. Sarangnya di bawah Jembatan Bajangan. Di sana banyak. Yang besar ada di sana. Nggak ada yang berani ke sana," ujar Syamsudin.

Jembatan Bajangan yang dimaksud Syamsudin merupakan di atas Sungai Petung penghubung Kecamatan Gondangwetan-Kecamatan Winongan. Desa Sekarputih berada di utara sisi barat jembatan.

Meski sering masuk permukiman, selama ini belum ada warga yang celaka akibat serangan ular sanca. Menurutnya, beberapa kali warga mengaku kehilangan unggas yang diduga disantap reptil besar tersebut.

"Kalau nangkap yang ukuran segini (3-4 meter) masih berani. Ada yang jauh lebih besar pernah naik ke jembatan. Nggak ada yang berani. Akhirnya ular hilang atau pergi sendiri," jelasnya.

Cerita seputar ular sanca yang muncul sebelum dan saat banjir di Desa Sekarputih mendapatkan perhatian pencinta reptil. Kemunculan ular predator itu disebut sebagai hal normal karena kondisi alam.

Pecinta ular dari Forum Reptil Bangil (Forebal), Jakfar Sodiq mengatakan, sangat mungkin ular sanca bersarang di sekitar permukiman warga yang terletak di bantaran sungai. Ia juga mengatakan, kemunculan ular sanca yang disebut sebagai tanda datangnya banjir juga peristiwa yang lumrah.