Viral Pasien Tidak Puas Hasil COVID-19, Laboratorium Gleneagles Sudah SOP

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 18:37 WIB
Seorang pasien mempertanyakan keakuratan hasil tes swab di Laboratorium Gleneagles Surabaya. Ketidakpuasan itu karena pasien tersebut mendapat hasil swab berbeda dari laboratorium lain.
dr May Fanny Tanzilia Sp.PK, Dr dr Herni Suprapti M.Kes dan Michael Subroto SH/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Kabar viralnya pasien yang tidak puas dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Gleneagles di Jalan TAIS Nasution 5, yang berbeda dengan laboratorium lain membuat manajemen Gleneagles Diagnostic Center angkat bicara. Tidak hanya itu, pasien tersebut melalui kuasa hukumnya berencana melakukan somasi dan gugatan perdata terkait hasil pasien tersebut terdeteksi Virus SARS-COV-2.

Dikatakan General Manager Gleneagles Diagnostic Centre Surabaya Dr dr Herni Suprapti, M.Kes yang mewakili manajemen laboratorium, bahwa di Laboratorium Gleneagles semua peralatan telah bersertifikasi dan secara rutin dikalibrasi oleh instansi yang memiliki kompetensi dan bersertifikat.

"Demikian juga dengan SDM Gleneagles, memiliki kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas sebagai dokter laboran dan analis. Laboratorium Gleneagles memiliki sertifikasi mutu ISO 9001:2015," ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Lanjut Herni, bahwa pihaknya menerapkan SOP yang ketat, sehingga dipastikan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan Laboratorium Gleneagles khususnya untuk kasus di atas dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya.

"Apabila ada pertanyaan mengenai hasil pemeriksaan laboratorium maka hendaknya dikonsultasikan dengan dokter yang merawatnya," tambah Herni.

Sebenarnya kalau metodenya berbeda dan gen yang diperiksa berbeda, selalu ada kemungkinan hasil antarlaboratorium tidak sama. Juga adanya perbedaan viral load pada setiap pemeriksaan terutama pada kondisi sekitar ambang batas deteksi.

"Hasil positif atau berbeda hari menjadi negatif dan atau sebaliknya mungkin saja dapat terjadi. Saya sebagai klinisi mengimbau sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, yang paling penting adalah misalnya saya positif, apa yang harus saya lakukan. Tidak ada gejala, dan tidak demam serta batuk. Saya akan isolasi mandiri. Sebaliknya, saya merasa tidak ada gejala tetapi sebenarnya saya positif, dan senang-senang, ke mal padahal membawa virus serta potensi menyebarkannya ini yang tidak bijak," terangnya.

Sementara dr May Fanny Tanzilia, SpPK (dokter Spesialis Patologi Klinik) selaku penanggungjawab laboratorium menyatakan bahwa, hingga sekarang tidak ada konfirmasi atau komplain hasil terkait berita yang beredar di media sosial.

Tambah May Fanny, bicara secara keilmuan dan bukan kasus pasien yang viral di medsos bahwa terdapat beberapa penyebab dan faktor yang bisa menyebabkan hasil di satu lab berbeda dengan hasil lab lain. Ini hal yang sering terjadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2