Lamongan Tambah Ruang Isolasi COVID-19 Jelang PPKM

Eko Sudjarwo - detikNews
Minggu, 10 Jan 2021 22:59 WIB
Sasaran awal vaksinasi COVID-19 di Lamongan ditujukan ke tenaga kesehatan. Hingga kini, sudah ada 6.040 tenaga kesehatan untuk alokasi vaksinasi.
Rapat Satgas Penanganan COVID-19 di Ruang Command Center Pemkab Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Menjelang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Gugus Tugas COVID-19 Lamongan akan menambah jumlah bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan COVID-19. Caranya dengan menambah ruang Isolasi.

Bupati Lamongan Fadeli mengungkapkan, angka kesembuhan di Lamongan masih di atas Jatim bahkan nasional. Kasus konfirmasi dan kematian juga masih berada di bawah nasional dan Jatim.

Hanya saja, BOR atau tingkat hunian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 cukup tinggi. Yakni di atas 80 persen yang artinya jumlah suspect masih cukup tinggi.

"Langkah yang akan kita lakukan terkait jumlah BOR yang cukup tinggi, kami akan menambah ruang isolasi," kata Fadeli usai menggelar rapat Satgas Penanganan COVID-19 di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Minggu (10/1/2021).

Dalam rapat yang dihadiri Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, bersama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat ini, Fadeli mengungkapkan, pihaknya akan menambah ruang isolasi di ruang Seroja RSUD dr Soegiri Lamongan, menjadi 29 bed. Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan 4 Puskesmas sebagai RS lapangan, yakni Kembangbahu, Mantup, Paciran dan Karangkembang dengan total 157 bed.

"Angka kesembuhan di Lamongan masih di atas Jatim bahkan nasional, kasus konfirmasi dan kematian juga masih berada di bawah nasional dan Jatim. Hanya saja BOR atau tingkat hunian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 cukup tinggi, yakni di atas 80 persen, yang artinya jumlah suspek masih cukup tinggi," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2