Sosiolog Unair Setuju PP Kebiri Kimia Meski Tak Sepadan Penderitaan Korban

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 10:34 WIB
Bagong Suyanto
Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto/Foto: Istimewa
Surabaya -

Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70, Kebiri untuk Predator Seksual. Seorang sosiolog setuju dengan PP tersebut.

PP itu memuat tentang tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap Anak.

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto mengaku setuju dengan langkah Jokowi. Bahkan menurutnya, dari sisi korban hukuman kebiri kimia bagi predator seksual itu masih kurang sepadan.

"Itu dari perspektif korban layak untuk dilakukan. Sebagian orang tidak setuju kebiri kimia lebih karena nilai-nilai macho, maskulinitas laki-laki dan dianggap menyerang bagian dari maskulinitas laki-laki," papar Bagong kepada detikcom, Rabu (6/1/2021).

"Jadi menurut saya pribadi setuju. Bahkan itu tidak sepadan dengan penderitaan korban. Karena kebirinya itu kan ada kurun waktunya. Gak seumur hidup," imbuhnya.

Meski begitu, Bagong juga mengingatkan kendala dalam pelaksanaannya. Sebab selain dikebiri, predator juga akan ditandai dengan alat pendeteksi elektronik dan identitasnya diumumkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2