Ruang ICU dan IGD di 7 RS Surabaya Penuh Pasien COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 16:39 WIB
Kasus COVID-19 di Surabaya terus bertambah. Ruang ICU dan IGD yang tersedia di 7 rumah sakit (RS) di Surabaya penuh dengan pasien positif COVID-19.
Ruang ICU/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Surabaya terus bertambah. Ruang ICU dan IGD yang tersedia di 7 rumah sakit (RS) di Surabaya penuh dengan pasien COVID-19.

1. RS Islam (RSI) Jemursari

Di IGD, ruang ICU maupun ruang isolasi biasa di RSI Jemursari, kini tengah full pasien COVID-19. Beberapa pasien pun harus mengantre di IGD untuk mendapatkan ruang isolasi.

"77 TT termasuk ICU 4 TT, ruang isolasi semua penuh keterisiannya, rata-rata bergejala. Tadi malam kunjungan IGD 6 COVID," kata Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari, dr Dyah Yuniati SpS kepada detikcom, Selasa (5/1/2021).

Pasien yang datang, kebanyakan masuk kategori sedang dan berat dengan usia bervariasi, sekitar 30-70 tahun. Dyah menyebut, banyak pasien COVID-19 yang datang dari klaster keluarga.

"Pandemi COVID belum berakhir. Kita harus tetap jaga kesehatan, protokol kesehatan harus aware dari diri sendiri dan keluarga. Yang datang banyak klaster keluarga mengakunya tidak pernah ke mana-mana. Tapi klaster keluarga di mana ada 1 atau 2 yang derajat virulensinya tinggi dan rendah yang diketahui dari tes PCR swab," jelasnya.

2. RS Islam Surabaya Jalan A Yani

Di RS Islam Surabaya Jalan A Yani juga sama. Ruang ICU dan IGD saat ini overload pasien COVID-19.

"Kalau di RSI A Yani saya kira sama dengan RS lain (penuh). Kita ini punya 80 TT, ICU yang ada ventilator 6. Full semua. Bahkan se-Surabaya dilapori Ketua Korwil Surabaya bahwa ICU di Surabaya full. Kalau ruang isolasi khusus (RIK) tanpa ICU sudah mencapai 98 persen," kata Dirut RSIS A Yani, dr Dodo Anando MPh.

Dodo mengatakan, di IGD RSIS A Yani masih ada antrean. Senin (4/1) terdapat 5 pasien. Mereka mengantre untuk masuk ruang isolasi.

"Kalau saya lebih setuju mereka antre dari pada pulang, nanti tambah berat. Kita bisa menampung 5 orang khusus COVID di IGD kalau lebih dari itu tidak," ujarnya.

Menurutnya, banyak pula pasien yang datang dari klaster keluarga. Sebab, banyak masyarakat yang mulai keluar rumah dan nongkrong di kafe. Dodo pun mengingatkan untuk disiplin dan memperketat protokol kesehatan.

"Ingat 3J (jangan bosan, jangan enggan, jangan sungkan), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3O (ojok diobong ga murup (jangan dibakar karena tidak nyala), ojok disiram nggak teles (jangan disiram karena tidak basah), ojok ngeyel nek dikandani (jangan ngeyel kalau diingatkan). Ini yang harus diingat temen-temen sekalian," tuturnya.