Sekolah Tatap Muka di Trenggalek Ditunda, Ini Alasannya

Adhar Muttaqien - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 08:25 WIB
sekolah tatap muka di Trenggalek
Uji coba sekolah tatap muka di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Rencana sekolah tatap muka atau luar jaringan (luring) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada awal tahun ini, masih belum bisa digelar di Trenggalek.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Disdikpora) Trenggalek Sunarya mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan seluruh komponen pemangku kebijakan, termasuk Satgas COVID-19.

"Kami masih koordinasi dengan para pihak. Kami juga nunggu kebijakan dari Satgas COVID-19, barang kali nanti akan memberikan langkah-langkah yang lebih pasti," kata Sunarya, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya penundaan sekolah tatap muka dilakukan lantaran Trenggalek saat ini masuk dalam zona oranye atau tingkat penyebaran COVID-19 kategori sedang. Sehingga dibutuhkan strategi khusus jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.

"Karena protokol kesehatan itu komplek, mulai dari anak berangkat sekolah, tiba di sekolah, kemudian saat pembelajaran sampai dengan pulang sekolah," ujarnya.

Menurut Sunarya, jika dilihat dari kesiapan sekolah, terutama jenjang SMP, rata-rata telah siap dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu terbukti pada saat Trenggalek masuk zona kuning, telah melakukan uji coba sekolah tatap muka di puluhan sekolah dan berjalan dengan lancar.

"Di setiap sekolah itu sudah ada satgasnya, yang mengawasi penerapan protokol kesehatan. Selain itu peralatan pendukungnya juga sudah ada," jelasnya.

Namun pihaknya tidak mau gegabah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka pada zona oranye saat ini. Pihaknya membutuhkan strategi yang lebih baik, guna meminimalisir terjadinya penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah.

"Kemarin itu kami sempat rapat daring dengan Kemendikbud, ada usulan untuk siswa yang akan mengikuti sekolah tatap muka harus isolasi mandiri selama 14. Kami rasa ini adalah usulan yang menarik, karena untuk memastikan siswa tersebut bebas COVID-19," kata Sunarya.

Selanjutnya
Halaman
1 2