Kaleidoskop 2020

Seabrek Kasus Perselingkuhan dan Seks Menyimpang di Jatim Selama 2020

Chuk Shatu Widarsha, Charolin Pebrianti, Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 08:43 WIB
Ilustrasi Perselingkuhan
Foto: Denny Pratama
Surabaya -

Ada sederet kasus perselingkuhan di Jatim selama 2020. Ada yang mengakibatkan perobohan rumah, ada juga yang diarak warga.

Pasangan Mesum Diarak Warga Bondowoso

Pada Maret 2020, seorang pria diamankan warga setelah berbuat mesum dengan perempuan bersuami. Pria yang sempat diarak warga ke balai desa di Kecamatan Grujugan bersama pasangan mesumnya itu yakni BD (30), warga Maesan, Bondowoso. Sedangkan pasangan perempuannya berinisial AH, warga setempat.

"Awalnya pelaku sempat kabur melalui pintu depan rumah. Tapi berhasil ditangkap oleh si suami bersama beberapa tetangganya," ujar Kapolsek Grujugan AKP Iswahyudi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (12/3/2020).

Lucunya, setelah sempat diarak ke balai desa lalu diserahkan ke polisi, dua pelaku berlainan jenis itu malah minta ditahan di kantor polisi. Itu karena keduanya takut diamuk massa maupun suami si perempuan.

Menurut AKP Iswahyudi, dalam Pasal 284 KUHPidana sebenarnya pelaku tak harus ditahan, karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. "Tapi keduanya malah minta ditahan. Karena takut dihakimi suaminya, keluarga, serta para tetangga. Dan mereka sudah membuat surat pernyataan bersedia ditahan," jelas Iswahyudi.

Sementara menurut pengakuan pelaku, BD, perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan sudah sejak lama. Sekitar satu tahun lalu.
Perbuatan itu biasanya dilakukannya ketika suami si perempuan lagi ke luar rumah.

Perselingkuhan tersebut dilakukan karena BD tak kuat menahan nafsu berahinya. Sebab, dia menyandang status duda setelah bercerai dengan istrinya.

"Sebenarnya saya lakukan atas dasar suka sama suka. Karena selama ini saya memang menjalin hubungan gelap," tutur BD, saat dikonfirmasi di Mapolsek Grujugan. Orang-orang di sekitar kampung tersebut sebenarnya sudah lama mencurigai perbuatan mereka. Tapi mereka belum memiliki bukti kuat perbuatan keduanya.

Pengakuan mengejutkan juga disampaikan si perempuan. Ia mengaku selama ini 'haus' belaian kasih sayang suaminya. Sebab, suaminya selama ini bekerja di luar kota dan jarang sekali di rumah.

"Suami saya kan memang kerja di Jember. Dia jarang pulang," ujar AH (31) saat berbincang dengan detikcom di Mapolsek Grujugan.

Kalau pun sempat pulang, kondisinya sudah kecapekan dan kelelahan. Kemudian istirahat dan tidur. Padahal saat itu dia butuh belaian suami. "Kebetulan saya kenalan dengan BD itu. Terus dia sering datang ke sini (rumah). Sekitar setahunan yang lalu," kata AH sembari tertunduk malu.

Dia juga mengaku, perbuatan itu biasanya dilakukan setelah terlebih dulu pura-pura bertanya posisi suaminya atau sedang apa. Setelah dipastikan suaminya tidak mungkin pulang, dia lalu mengontak BD.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6