Urban Legend

Paslon Nomor Urut 01 Selalu Kalah di Pilkada Jember, Mitos Politik?

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 14:25 WIB
rekapitulasi pilkada jember
Rekapitulasi surat suara 2020 (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Pilkada langsung di Kabupaten Jember berjalan sejak tahun 2005. Hingga saat ini, kabupaten berjuluk Kota Tembakau itu sudah mengalami empat kali pilkada langsung.

Ada satu fenomena menarik dalam sejarah perjalanan pilkada langsung di Jember. Pasangan calon (paslon) pemilik nomor urut 01 selalu gagal meraih kemenangan. Apakah ini mitos politik?

Pilkada 2005

Dimulai pada 2005, di mana Pilkada Jember kala itu diikuti tiga pasang calon kepala daerah. Pemilik nomor urut 01 saat itu adalah pasangan Samsul Hadi Siswoyo-Baharuddin Nur. Samsul merupakan calon petahana karena sebelumnya dia menjabat sebagai Bupati Jember. Sedangkan pasangannya, Baharuddin Nur saat itu menjabat Ketua DPC PPP Jember.

Penantangnya, ada MZA Djalal berpasangan dengan Kusen Andalas yang memiliki nomor urut 02. Serta pasangan Mahmud Sardjujono-Hariyanto yang memegang nomor urut 03.

Hasil Pilkada 2005 itu, MZA Djalal yang berpasangan dengan ketua DPC PDIP Jember saat itu, Kusen Andalas, meraih suara terbanyak. Pasangan nomor urut 02 ini mengungguli dua paslon lainnya.

"Saat itu yang menang adalah pasangan dengan nomor urut 02, Djalal-Kusen dengan perolehan 608.053 suara. Sedangkan paslon nomor urut 01 perolehannya 290.092 suara. Untuk nomor urut 03 mendapat 140.302 suara," kata mantan Komisioner KPU Jember, Ketty Trisetyo Rini, Senin (21/12/2020).

Pilkada 2010

Pada Pilkada 2010, nomor urut 01 dipegang oleh pasangan Mohammad Soleh-Dedy Iskandar. Pasangan ini maju lewat jalur independen atau perseorangan. Pasangan ini berkontestasi bersama tiga paslon lainnya, termasuk pasangan petahana MZA Djalal-Kusen Andalas yang memegang nomor urut 04.

Kendati pemegang nomor urut 01, pasangan Mohammad Soleh-Dedy Iskandar justru berada di urutan terakhir dalam perolehan suara, pasangan ini meraup 40.912 suara atau 4,21 persen.

Pilkada 2010 ini dimenangkan pasangan petahana Djalal-Kusen. Paslon nomor urut 04 itu meraih 567.864 suara atau 58,37 persen.

"Pada Pilkada 2010 kebetulan saya masih menjadi Komisioner KPU Jember. Saat itu pemenangnya nomor urut 04 yakni pasangan petahana. Paslon nomor urut 01 perolehannya ada di urutan terakhir," terang Ketty.

Simak juga video 'Bawaslu: Penghitungan Suara Pilkada 2020 Masih Banyak Manual':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana dengan pilkada tahun 2015, ini penjelasannya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3