Berapa Keuntungan Tersangka Pemalsuan Hasil Rapid Test di Surabaya?

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 21 Des 2020 21:54 WIB
rapid test palsu
Tiga tersangka digiring petugas (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Tarif pembuatan rapid test palsu di Surabaya yang kasusnya dibongkar polisi adalah Rp 100 ribu. Berapa penumpang kapal dan berapa keuntungan yang didapatkan pelaku?

"Ratusan orang," ujar Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum tanpa menyebutkan jumlah pastinya kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Jumlah itu didapatkan tersangka sejak mereka beraksi pada September 2020. Namun para tersangka lupa berapa banyak keuntungan yang mereka dapatkan. Yang pasti keuntungan itu mereka bagi rata.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita uang tunai sebanyak Rp 5.740.000. Uang itu diaku tersangka didapat mulai pertengahan November hingga pertengahan Desember 2020.

"Dari barang bukti uang yang kita peroleh, kita sita ada sekitar Rp 5,7 juta. Dan berdasarkan hasil keterangan tersangka, sebagian uang sudah digunakan untuk kebutuhan mereka. Artinya uang itu bisa lebih banyak. Jadi mereka yang sudah membuat (rapid test palsu) ini sekitar ratusan orang," tandas Ganis.

Dalam kasus ini polisi mengamankan 3 tersangka. Tiga tersangka adalah M Roib (55) warga Pabean Cantikan yang merupakan agen perjalanan travel, Budi Santoso (36) warga Pabean Cantikan yang seorang calo penumpang, dan Syaiful Hidayat (46) warga Bubutan yang merupakan pegawai honorer salah satu puskesmas di Surabaya.

Dari kejahatan yang dilakukan oleh ketiga tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 buah stempel, 1 buah laptop, 5 buah handpone, 1 buah printer, 1 rim kertas HVS, 10 lembar surat hasil rapid test, dan uang tunai sebesar Rp 5,7 juta.

Ketiganya terancam dijerat pasal 263 Ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana penjara 6 tahun.

(iwd/iwd)