Perusahaan Kapal Juga Diselidiki Terkait Pemalsuan Hasil Rapid Test di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 21 Des 2020 21:30 WIB
rapid test palsu
Polisi juga menyelidiki perusahaan kapal di kasus ini (Foto: Deny Prastyo Utomo/File)
Surabaya -

Travel dan dokter puskesmas tengah diselidiki terkait pemalsuan hasil rapid test di Surabaya. Polisi juga mengarahkan penyelidikan ke perusahaan kapal.

Sasaran dari tiga tersangka dalam kasus ini adalah para penumpang kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak. Tujuan para penumpang adalah kawasan Indonesia timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Kami juga sedang mendalami keterlibatan perusahaan kapal, baik itu BUMN maupun swasta. Karena perjalanan-perjalanan ke sana yang termonitor ada tiga perusahaan kapal yang menuju ke Indonesia bagian timur," ujar Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Ganis akan memastikan apakah perusahaan kapal tersebut tahu atau tidak, ataukah bahkan abai terhadap surat hasil rapid test para penumpang kapal. Dalam kasus ini polisi telah mengamankan tiga tersangka.

Tiga orang itu adalah M Roib (55) warga Pabean Cantikan yang merupakan agen perjalanan travel, Budi Santoso (36) warga Pabean Cantikan yang seorang calo penumpang, dan Syaiful Hidayat (46) warga Bubutan yang merupakan pegawai honorer salah satu puskesmas di Surabaya.

Dari kejahatan yang dilakukan oleh ketiga tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 buah stempel, 1 buah laptop, 5 buah handpone, 1 buah printer, 1 rim kertas HVS, 10 lembar surat hasil rapid test, dan uang tunai sebesar Rp 5,7 juta.

Ketiganya terancam dijerat pasal 263 Ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana penjara 6 tahun.

(iwd/iwd)